Wednesday, June 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ini Yang Dilakukan Dinas PUPR Belu Atasi Jalan Perkotaan Dengan Keterbatasan Anggaran

Atambua, Theeast.co.id – Terbatasnya Anggaran dalam perbaikan jalan dalam perkotaan Atambua, wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL dalam Tahun Anggaran 2019 membuat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Belu harus mencari cara lain untuk memperbaiki kerusakan jalan yang ada di wilayah kota Atambua. Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Belu, Vincent K. Laka saat ditemui wartawan media ini, Jumat (21/02/2019).

Dijelaskan bahwa pada tahun ini Dinas PUPR Belu tidak memiliki dana yang cukup untuk perbaikan jalan. Pihak PUPR Belu hanya melakukan improvisasi dengan segala kekurangan yang ada untuk memperbaiki jalan-jalan di kabupaten Belu khususnya jalan dalam Kota Atambua.

Dinas PUPR Belu sejak empat hari yang lalu telah berupaya memperbaiki jalan perkotaan dengan menambal jalan-jalan yang rusak dan dianggap memiliki tingkat kecelakaan yang tinggi. Untuk menghemat anggaran, jalan-jalan yang ditambal menggunakan Aspal Buton atau aspal dingin. Aspal tersebut sudah memiliki standar dari Kementerian PUPR Republik Indonesia dan memiliki perbedaan dengan hotmix yang membutuhkan suhu di atas 100 derajat. Aspal Buton dikemas dalam bentuk sak dengan harga per kilo 300 Rupiah sehingga pihak PUPR Belu telah membeli 20 ton.

Disampaikan oleh Vincent, bila kedepannya aspal ini dapat memberikan kualitas yang bagus dan bertahan dengan kondisi kabupaten Belu maka penggunaan aspal ini akan segera dipergunakan di jalan lingkungan yang lain. “Mungkin dengan aspal ini kita akan kelebihan dana untuk dipergunakan membuat saluran, trotoar dan tanaman serta lampu jalan. Jalan ini juga kualitasnya diatas jalan lapen,” katanya.

Masyarakat kabupaten Belu apabila memiliki harapan yang lebih dari Dinas PUPR maka seharusnya pihak Anggaran mensupport Dana untuk merealisasikannya untuk pengadaan sarana dan prasarana serta pembelian material jalan. Sebab jalan hotmix per kilo nilainya dapat mencapai 4,5 Miliar Rupiah. “Kalau kita gunakan standar PUPR maka terlalu ribet karena uang kita tidak cukup. Saya harap kedepannya kita sudah kasih tunjuk bahwa kita sudah berbuat tinggal mendapatkan dukungan dari tim Anggaran dan Pimpinan diatas,” harap Pria yang disapa Eng Laka. (Ronny)

Popular Articles