Tuesday, April 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kota Denpasar Jadi Inspirator Organisasi OWHC

Denpasar, Theeast.co.id – Sebanyak 200 orang peserta dari 11 negara akan tiba di Bali mulai sore ini, Senin (29/4). Mereka tiba di Bali dalam rangka mengikuti konferensi internasional Organization World Heritage City (OWHC). Kota Denpasar dipilih sebagai tuan rumah dalam konferensi ke-9 kali ini. Konferensi akan berlangsung selama 2 hari berturut-turut yakni tanggal 30 April-1 Mei 2019 di Denpasar. Kota Denpasar dipilih sebagai tuan rumah karena selain sudah menjadi anggota OWHC juga karena merupakan kemauan peserta dalam konferensi sebelumnya karena semua sepakat jika Bali dan khususnya Kota Denpasar menjadi tuan rumah. Selain itu, Kota Denpasar dan Kota Surakarta ternyata mampu memberikan inspirasi OWHC karena memiliki daya pikat haritage yang luar biasa. “Di Kota Denpasar misalnya, semuanya ada. Warisan budaya benda, warisan budaya tak benda, pola hidup masyaraka, memberikan inspirasi yang begitu kuat bagi anggota OWHC lainnya yang saat ini sudah berjumlah 304 kota di dunia yang memiliki potensi yang sama. Selain Denpasar, Kota Surakarta juga memiliki daya tarik yang sama,” ujar Sekretaris Jenderal OWHC Euroasia dan Koordinator Regional OWHC untuk Eropa-Asia, Rasikh Sagitov di Denpasar, Senin (29/4).

Menurutnya, selain memiliki warisan budaya dunia, Kota Denpasar melalui pemerintahannya sangat mendukung, melindungi, dan melestarikan berbagai warisan budaya dunia yang ada di Kota Denpasar. “Kami di Karstan, Rusia belajar dari Bali. Belajar menata pariwisata budaya. Belajar melestarikan budaya, belajar melindungi warisan budaya dunia. Itulah sebabnya, kami juga menjadi kota budaya. Pariwisata kami menjadi maju dan teratur,” ujarnya. Selain Kota Denpasar, Kota Surakarta juga merupakan salah satu inspirasi juga. Tentu saja dengan ciri khas dan karakter yang berbeda.

Ketua Panitia Konferensi Internasional OWHC Bali Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, hingga saat ini Kota Denpasar sudah siap menyelenggarakan OWHC. Kota Denpasar menjadi kota kedua yang dipercaya menyelenggarakan International Conference OWHC Eurasia setelah Kota Solo pada tahun 2008 lalu. Adapun penyelenggaran konferennsi internasional yang mempertemukan kota pusaka di wilayah Benua Asia dan Eropa tahun ini mengangkat tema tentang Reselient Heritage and Tourism yang mengandung makna warisan tangguh dan pariwisata. “Tema tahun ini diangkat sesuai dengan permasalahan yang rentan dihadapi oleh Kota Pusaka Dunia, yakni bagaimana memadukan kota pusaka dengan keaslianya yang berjalan saling mendukung dengan sektor pariwisata,” jelas Eddy Mulya.

Pemilihan tema ini juga menjadi cerminan semangat Kota Denpasar yang secara berkelanjutan terus berupaya untuk menyelamatkan cagar budaya.  Salah satunya adalah Kota Pusaka. Sehingga kedepanya cagar budaya dapat terus diperkuat esensinya yang tentunya mampu menyelematkan peradaban dunia.

“Konferensi ini bertujuan untuk mengembangkan jaringan kemitraan diantara kota warisan budaya dunia untuk dapat berbagi pengalaman, bertukar gagasan dalam memperkuat warisan budaya sebagai penyelemat dasar wisata budaya dan memperkuat peradaban di masa depan,” terangnya.

Pelaksanaan konferensi internasional yang rencananya dibuka Gubernur Bali, I Wayan Koster ini dikemas dengan beberapa kegiatan. Mulai dari pameran yang melibatkan seniman fotography, lukisan, UMKM, pihak eurasia, unsur pariwisata dan Bekraf Kota Denpasar, penandatanganan LoI Sister City. Main Planerry Sesion yang membahas tentang upaya pelestarian warisan budaya dengan melibatkan 5 kota. Business session yang membahas tentang kunci keberhasilan pengembangan pariwisata budaya dengan melibatkan 4 kota termasuk Denpasar. Dan stocktaking yang lebih kepada diskusi dan tanya jawab. “Pada sesi Business session seluruh delegasi diberikan kesempatan untuk memaparkan potensi kotanya sebagai ajang promosi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan,” paparnya.

Sementara di akhir kegiatan, lanjut Eddy Mulya, seluruh delegasi akan diajak mengunjungi obyek wisata yang memiliki nilai warisan budaya dan sejarah di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung yang dikemas dalam kegiatan bertajuk Site Visit, seperti mengunjungi Prasasti Blanjong, Monumen Bajra Sandi, Denpasar Art Space, Pasar Badung, Puri Jro Kuta, Taman Ayun, dan Inna Bali. Serta akan dilaksanakan Painting Well oleh seniman dari Kota Bolgar di Taman Kumbasari Denpasar.

Tentunya momen ini sangat disambut baik oleh Pemkot Denpasar. Dimana, selain sebagai ajang pelestarian warisan budaya dan sejarah, ajang ini juga menjadi warana promosi pariwisata bagi negara-negara di benua Asia dan Eropa. “Tentunya kami di Pemkot Denpasar sangat menyambut baik event internasional ini. Kami  berharap penyelanggaraan event ini dapat berjalan lancar serta dapat dimanfaatkan oleh stakeholder khususnya bidang pariwisata sebagai ajang promosi pariwisata warisan budaya dan sejarah di Kota Denpasar,” pungkasnya. (Axelle Dae)

Popular Articles