Saturday, April 25, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pengolahan Sampah Menjadi Kerajinan Tangan Yang Bernilai Ekonomis

Atambua, Theeast.co.id – Kopda Heri Susilo anggota pos Asulait Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/Suhbrastha ajari warga mengubah sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang bernilai tinggi bersama warga binaan di desa Sarabau kecamatan Tasifeto Timur, kabupaten Belu, NTT.

Heri mengatakan “Awalnya kami melihat banyak plastik terbuang jadi sampah yang mencemari linkungan, lalu kepikiran untuk memanfaatkannya menjadi kerajinan tangan”,  jelasnya.

Menurutnya, bahan baku pembuatannya cukup sederhana dan mudah didapatkan, yaitu berupa gelas plastik, kawat, botol dan lakban. Satu tangkai bunga membutuhkan 3-5 gelas plastik.

Untuk menyulap sampah plastik menjadi rangkaian bunga membutuhkan kesabaran dan ketelatenan.
Kreativitas mendaur ulang sampah plastik itu tentunya mendapatkan apresiasi dari masyarakat sekitar.

Hendrik (18) warga desa Sarabau yang ikut belajar membuat kerajinan mengaku kagum dengan kreativitas yang ditularkan oleh bapak TNI Satgas Yonif Raider 408/SBH. ” Kami diajarkan mendaur ulang sampah menjadi hasil kerajinan tangan yang bernilai ekonomis”.

Sementara itu di tempat terpisah, Dankipur 1 Lettu Inf Ari Cahyo Wibowo Melalui Danpos Asulait Serka Ferry mengatakan, “ Dengan kegiatan mendaur ulang sampah plastik selain mengurangin dampak pencemaran lingkungan juga dapat diolah menjadi kerajinan tangan. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi referensi dan usaha sampingan dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Mari tingkatkan terus kreativitas agar karya yang dihasilkan semakin memiliki nilai yang tinggi,” ujarnya. (Tim)

Popular Articles