Sunday, May 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Bali Minta Bandara Ngurah Rai Transparan Kelolah Penumpang Transit

DENPASAR, Theeast.co.id – Pemerintah Provinsi Bali menggelar rapat koordinasi dengan memanggil semua elemen terkait dalam rangka mengantisipasi virus Corona. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati atau Cok Ace diRuang Rapat Prajasabha, Senin (2/3).

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain unsur PHRI Bali, Bali Hotel Association (BHA), Dinas Pariwisata Bali, Bank Indonesia, GM Angkasa Pura I dan beberapa unsur lainnya. Pada kesempatan tersebut Cok Ace mengajak semua pihak untuk tetap waspada menyikapi situasi dengan penuh kehati-hatian. Jangan sampai perekonomian Bali anjlok yang nantinya berakibat fatal bagi pelaku pariwisata. “Saya minta agar kita tetap survive dan menjaga kondisi psikologi kondisi kesehatan masyarakat tanpa harus mengabaikan Kesehatan warga,” ujarnya.

Untuk beberapa bulan kedepan, Wagub Cok Ace meminta untuk merubah pola dari yang tertutup menjadi transparan. Khsusunya di Bandara Ngurah Rai, dimana monitoring siaga harus diketahui transparan oleh wisatawan yang menggunakan bandara sebagai tempat transit untuk memilih transportasi udara. Para penumpang yang transit apakah tetap di pesawat atau boleh turun. Kalau turun mereka menunggu dimana saja dan bagaimana pengawasannya.

“Komponen pariwisata dan pemerintah harus tetap optimis dan terus melakukan promosi positif tentang bagaimana kesiapan masyarakat, pelaku dan pemerintah dalam menghadapi virus Corona. Karena saat ini bukan waktunya kita membicarakan indahnya Bali atau budaya, tetapi sekarang waktunya kita berbicara bagaimana kita sekarang mengantisipasi agar virus itu tidak masuk ke Bali,” ujarnya.

Berdasarkan data, hingga saat ini belum ada satu pun yang positif di Bali. Merujuk data puskesmas dan rumah sakit lainnya terutama RSUP Sanglah, maka bisa dipastikan Bali negatif Covid 19. Untuk memulihkan kepercayaan wisatawan baik asing ataupun domistik, pemerintah yang bekerjasama dengan komponen pariwisata akan melakukan beberapa event dengan maksud untuk memperkenalkan kenyamanan Bali melalui rally fun dengan melibatkan (kurang lebih) 300 kendaraan antik berkeliling Bali sedang dirancang untuk memulihkan kepercayaan wisatawan untuk datang dan berkunjung ke Bali.

Kegiatan yang dibuat harus berskala nasional/ internasional dengan biaya secara mandiri atau bahkan berkolaborasi sesuai rencana pada bulan April- Agustus. Selain mempromosikan Bali aman, pencegahan, pengobatan dan mempersempit penyebaran virus juga menjadi pertimbangan khusus bagi semua pihak, terutama pemerintah dan pelaku pariwisata untuk menjadi pertimbangan yang harus disiapkan sejak awal.

Akademisi pariwisata Prof. I Gde Pitana yang juga hadir dalam rakor mengatakan agar semua berpegang pada tiga langkah dalam menghadapi virus corona ini yakni fase emergency, security, dan normalisasi. Pada fase emergency Pitana mengatakan agar kita siap dengan mitigasi dan komunikasi bahwa kita meyakinkan kepada dunia luar bahwa kita siap dengan pencegahan dan kita siap dengan berbagai alat deteksi.

Berapa lama akan mengambil fase emergency ini. Event dilakukan setelah tiga bulan (masa panik berlalu). Agar tidak sampai menghancurkan dunia pariwisata itu sendiri. Dalam rangka menarik kembali wisatawan untuk datang, perlu dilakukan pematangan setiap kegiatan atau event yang akan dilakukan dengan rencana event yang terorganisir dengan balance, khsusunya 83 tersebar di kabupaten/ kota. Salah satunya dengan membuat program-program dengan paket pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa menambahkan agar semua pihak siap dengan skenario pilihan terbaik agar pariwisata tetap berada dalam posisi aman tanpa harus berada dalam kondisi panik diwaktu yang tergolong lama, dan tetap menjaga konsep satu pulau, satu management dan satu bahasa dengan merangkul instansi terkait.(axelle dae).

Popular Articles