Terkesan Pincang, DPRD Pertanyakan Fungsi Ketua DPRD Belu dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu

Terkesan Pincang, DPRD Pertanyakan Fungsi Ketua DPRD Belu dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu/theeast.co.id

Terkesan Pincang, DPRD Pertanyakan Fungsi Ketua DPRD Belu dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu/theeast.co.id

ATAMBUA, Theeast.co.id – Ketua DPRD Belu dalam susunan keanggotaan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu memiliki kedudukan sebagai tim khusus.

Tidak sendirian, pada kedudukan tim khusus ini juga ada Uskup Atambua, Kajari Belu, Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Danyon 744, Dansatgas Pamtas 142/KJ, Ketua MUI, Ketua Klasis GMIT, Deken Dekenat Belu Utara, ketua PHDI, ketua WALUBI, Pastor Paroki se-kabupaten Belu dan petugas posda BINDA NTT Kabupaten Belu.

Sebagai tim khusus pada susunan keanggotaan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu memiliki tugas memberi saran/masukkan dari aspek kebijakan kepada Ketua umum (Bupati Belu) dan wakil ketua umum (Wakil Bupati Belu, Kapolres Belu, Dandim 1605/Belu).

Tugas lain dari tim khusus yaitu memberi arahan operasional kepada ketua Pelaksana Gugus Tugas (Sekertaris Daerah Belu).

Akan tetapi fungsi keanggotaan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu tersebut terlihat timpang.

Karena itu secara khusus beberapa anggota Dewan diantaranya Cyprianus Temu, Theodorus Frederikus Seran Tefa dan Benedictus Manek yang ditemui awak media ini mempertanyakan peran dari ketua DPRD Belu sebagai tim khusus dalam keanggotaan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten.

“Dalam gugus tugas itu, Ketua DPRD punya tugas memberikan saran dan masukan. Dan saran dan masukan tersebut dapatnya dari para anggota,” pungkas Theo Seran Tefa.

Anggota DPRD Belu dari fraksi Golkar ini pun menerangkan bahwa para anggota DPRD pun kebingungan untuk memberikan masukan dan saran kepada pimpinan mereka agar bisa meneruskan kepada Ketua Umum, Wakil Ketua Umum serta Ketua Pelaksana Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu.

“Kami sendiri belum tahu apakah kami sendiri harus turun ke daerah untuk himpun informasi sebagai bahan masukan dan saran untuk disampaikan kembali kepada pimpinan. Kan kita jadi gelap,” tandas Theo Seran Tefa.

Disambung anggota DPRD, Benny Manek bahwa memang selama ini fungsi gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 itu sendiri terlihat tidak berjalan dengan baik.

“Anggarannya terus diupayakan oleh Pemda tapi fungsi dari gugus tugas sendiri sepertinya tidak berjalan. Bagaimana kita mau kerja maksimal untuk mencegah adanya virus Corona di Belu,” pinta pria dari fraksi Nasdem tersebut.

Karena itu, Wakil Ketua II DPRD Belu Cyprianus Temu pun berharap dengan kepincangan yang ada tidak sampai adanya virus Corona di Kabupaten Belu.

” Ya yang kita harapkan tidak terjadilah penyebaran virus Corona di Belu,” tegasnya.

Ketiga anggota DPRD Belu ini pun meminta agar kepada masyarakat kabupaten Belu untuk terus mengikuti berbagai himbauan dari pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona.

“Untuk sementara kita semua harus bisa mengendalikan diri. Jangan lakukan hal-hal di luar himbauan pemerintah supaya kita bisa dijauhkan dari wabah mematikan ini. Mudah-mudahan NTT khususnya kita di Belu tidak terkena virus Corona,” ungkap Cypri Temu diamini Benny Manek dan Theo Seran Tefa. (Ronny).

Facebook Comments