Kasi Intel 161/WS Pimpin Upacara Penerimaan Pasukan Satgas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB

Kasi Intel 161/WS Pimpin Upacara Penerimaan Pasukan Satgas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB/theeast.co.id

Kasi Intel 161/WS Pimpin Upacara Penerimaan Pasukan Satgas RI-RDTL Yonif RK 744/SYB/theeast.co.id

SATGAS. Kasi Intel Korem 161/Wira Sakti, Letkol Inf Abdul Mufaher memimpin upacara penerimaan Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Negara RI-RDTL Sektor Timur. Jumat, (7/8/2020) Foto Rony.

ATAMBUA, The East Indonesia – Kasi Intel Korem 161/Wira Sakti, Letkol Inf Abdul Mufaher memimpin upacara penerimaan Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Negara RI-RDTL Sektor Timur.

Upacara penerimaan pasukan ini berlangsung di Lapangan Batalyon Yonif Raider Khusus 744/SYB, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Jumat pagi (07/08/2020).

Dalam sambutan Danrem 161/WS Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya yang dibacakan Kasi Intel Letkol Inf Abdul Mufaher mengucapkan selamat bertugas kepada Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti sebagai Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur dengan penuh semangat pengabdian, tanggung jawab dan loyalitas yang tinggi.

“Hari ini kita melakukan upacara penerimaan Yonif Raider Khusus 744 dalam tugas operasi pengamanan perbatasan RI-RDTL tahun 2020/2021,” pungkasnya.

Dijelaskan bahwa sesuai kebijakan pimpinan TNI, operasi pengamanan perbatasan RI-RDTL dilaksanakan selama 9 bulan waktu efektif di daerah operasi.

“Sebagai Satgas yang menggantikan Yonif Raider 142/KJ di Sektor Timur, saya perintahkan kepada seluruh prajurit yang bergabung dalam Satgas Pamtas RI-RDTL agar melaksanakan tugas secara optimal,” tandasnya.

Diterangkan tugas Satgas Pamtas RI-RDTL adalah melaksanakan sebagian tugas TNI dalam menegakkan kedaulatan Bangsa dan Negara, menjaga keutuhan wilayah NKRI dan melindungi segenap tumpah darah Indonesia.

Ada pun beberapa persoalan yang masih sering terjadi di perbatasan RI-RDTL diantaranya peredaran senjata gelap, penyelundupan dan perlintasan batas secara ilegal.

Selain itu di beberapa perbatasan juga masih ada wilayah sengketa tapal batas yang perlu pembinaan dan pengawasan secara khusus.

“Perbatasan RI-RDTL itu sebagai garda terdepan sehingga harus menjadi cermin kepribadian bangsa,” tutur Kasi Intel Korem 161/WS.

Membacakan sambutan Danrem 161/WS sekaligus selaku Dan Kolaops Satgas Pamtas RI-RDTL, Kasi Intel Abdul Mufaher juga menghimbau agar para prajurit harus memberikan teladan bagi masyarakat sekitar Perbatasan sehingga masyarakat tergugah untuk ikut menjaga tapal batas Indonesia.

Dirinya pun meminta kepada prajurit untuk segera mempelajari karakteristik medan, budaya, adat istiadat, situasi dan kondisi daerah.

“Laksanakan tugas dengan baik sesuai protap dan ketentuan yang berlaku. Kuasai tugas dan tanggung jawab serta terapkan prosedur pengamanan pelintas batas dan cara penanganannya melalui kerjasama yang baik dengan kantor dan dinas instansi terkait di tempat tersebut,” imbuhnya.

Usai upacara penerimaan, para prajurit Yonif Raider Khusus 744/SYB langsung melakukan pergeseran masuk ke pos-pos batas RI-RDTL Sektor Timur yang ada disekitaran wilayah Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Ronny).

Facebook Comments