Kemendikbud Ajak Siswa SMP Menjadi Komunikator Suskes dan Pengguna Digital yang Bijak

Kemendikbud Ajak Siswa SMP Menjadi Komunikator Suskes dan Pengguna Digital yang Bijak/theeast.co.id

Kemendikbud Ajak Siswa SMP Menjadi Komunikator Suskes dan Pengguna Digital yang Bijak/theeast.co.id

KOMINKATOR. Pemanfaatan komunikasi dan digitalisasi yang sangat penting dalam kehidupan, mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (Ditjen Paudasmen) menyelenggarakan kegiatan Komunikasi dan Digitalisasi bagi siswa-siswi SMP. Foto : Tim.

JAKARTA, The East Indonesia – Peran komunikator menjadi kunci yang menentukan keberhasilan dari proses komunikasi. Banyaknya saluran komunikasi dalam bentuk media sosial, cetak, dan konvensional lainnya, harus mampu disikapi dengan bijak oleh generasi muda saat ini.

Pemanfaatan komunikasi dan digitalisasi yang sangat penting dalam kehidupan, mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (Ditjen Paudasmen) menyelenggarakan kegiatan Komunikasi dan Digitalisasi bagi siswa-siswi SMP.

Direktur Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kemendikbud, Mulyatsyah menekankan agar para siswa pada jenjang SMP mampu berkomunikasi efektif dan bertanggung jawab dengan menerapkan komunikasi melalui prinsip 3 M yaitu mendengar, menganalisa, dan menyampaikan (pesan) secara efektif.

“Saat kita berkomunikasi (penting untuk memahami) bagaimana kita bisa mendengar, mengamati (menganalisa) dan menyampaikan pesan dengan bijak. Jangan sampai pesan yang kita sampaikan menjadi tidak bernilai karena penyampaiannya yang tidak efektif,” tutur Mulyatsyah saat menyampaikan arahannya melalui telekonference, di Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Mulyatsyah mengajak siswa-siswi SMP untuk dapat berkomunikasi dan memanfaatkan media digital dengan bijak. Menurutnya, banyak informasi yang harus kita cermati terlebih dulu sebelum disebarluaskan. Ia mengatakan, banyak orang yang asal posting di media sosial namun informasi tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Mulyatsyah berharap, melalui kegiatan ini para peserta dapat berkomunikasi secara efektif, bermanfaat dan bermartabat. “Mari kita gunakan kesempatan ini untuk belajar agar mampu menjadi komunikator yang efektif,” pesan kepada para peserta kegiatan yang berasal dari Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Banten, dan Sumatera Selatan.

Senada dengan itu, Koordinator Peserta Didik SMP, Maulani Mega Hapsari mengatakan, acara ini jika diikuti secara penuh akan menambah wawasan peserta didik untuk memanfaatkan teknologi dengan baik dan bijak. Karena ia yakin, di usia muda seseorang bisa mempengaruhi orang lain.

“Di sini kalian akan diajarkan apakah informasi itu layak untuk disebarluaskan. Kita harus pilih apakah suatu informasi hoax atau valid. Jangan sampai apa yang kita sebarkan akan menimbulkan keresahan bagi yang membacanya,” kata Mega.

“Sekali klik, informasi yang kalian sebarkan akan diterima oleh teman-teman kalian. Jika kalian punya kanal media sosial dan bisa memberikan pesan positif kepada followers kalian maka itu bagus sekali,” imbuhnya.

Selain mengajarkan teknik dalam berkomunikasi efektif dan memanfaatkan media digitalisasi secara bijak, selama dua hari ke depan, siswa-siswi SMP dan para guru pendamping akan mendapatkan materi berbagai esensial berikut. 1). Bahaya Narkotika dan Merokok, 2). Motivasi Pengembangan Karakter, 3). Komunikasi (membaca, menulis, dan bicara), 4). Pengembangan Komunikasi melalui Digitalisasi dalam Bidang Musik, 5). Penggunaan Digitalisasi untuk Pembelajaran, 6). Pemanfaatan Media Sosial secara Bijak, serta 7). Pembuatan vlog/video content sebagai Media Berkomunikasi.

Di tahun 2020, pelaksanaan Komunikasi dan Digitalisasi Jenjang SMP berlangsung secara daring di tengah pandemi COVID-19. Terdiri dari empat angkatan, kegiatan ini melibatkan 130 siswa SMP di setiap angkatannya. Implementasi kegiatan ini baru diselenggarakan dalam dua angkatan. Angkatan pertama telah dilaksanakan pada tanggal 11-12 Agustus 2020 dan untuk angkatan kedua dilaksanakan pada tanggal 13-14 Agustus 2020.

Dengan mengusung tema ‘Tetap Unggul dan Berkarya Saat Belajar dari Rumah’, harapannya para peserta tetap bersemangat untuk berlatih, mengembangkan dan memantapkan diri, serta bertukar pengalaman sebagai bekal untuk menjadi pemimpin yang ideal bagi Indonesia.(red/*).

Facebook Comments