DENPASAR, The East Indonesia – Rahman Sabon Nama, Humas ITB STIKOM Bali yang ditugaskan merekrut anak-anak Flores Timur dalam program ini menjelaskan, beberapa orang dari angkatan pertama tahun 2018 yang mengadu itu sebelumnya sudah dua kali diajukan visa mereka, baik di Taipei Econimic and Trade Office (TETO) Jakarta maupun TETO Surabaya tapi tidak dapat visa terus.
Awalnya total mereka 51 orang, 24 orang lulus ke Taiwan dan 4 orang ke Jepang, sisahnya mengundurkan diam-diam maupun secara baik-baik, sehingga tinggal sekitar 16 orang.
Sambil menunggu proses lagi ke luar negeri, per Desember 2019 mereka yang belum berangkat itu resmi mengikuti kuliah di ITB STIKOM Bali. Lalu awal 2020 sebagian kemudian dialihkan ke Turki. Lima orang sudah dapat visa tetapi karena Turki juga lockdown sehingga tidak bisa berangkat sampai sekarang. 5 orang lagi sedang dalam proses visa di Kedutaan Turki tapi akhirnya tidak bisa proses lagi karena Turki lockdown.
“Dalam situasi Pandemi Covid- 19 masih melanda dunia saat ini, kita tidak bisa berbuat apa. Lalu mau bilang terkatung-katung gimana,” tanya Rahman Sabon Nama di Denpasar, Selasa (18/8/2020).
Rahman mengaku, untuk menjelaskan kondisi ini dia sudah dua kali mengumpulkan para orang tua di Larantuka dalam pertemuan 11 Juli 2020 dan 17 Juli 2020. Pada pertemuan kedua itu juga dihadiri oleh Bupati Flores Timur Anton Hadjon, kemudian dilanjutkan pertemuan dengan rektor ITB STIKOM Bali pada 30 Juli 2020.
“Dalam pertemuan itu, semua masukan dan keluhan para orang tua kami dengar untuk sama-sama mencari solusi terbaik, Bupati juga akan memperhatikan sungguH-sungguh masukan dari para orag tua. Tidak orang tua yang merasa kami tipu menelantarkan anak mereka karena situasi covid-19 ini. Kalau mereka galau karena anaknya lama menunggu ya. Itu saya juga pahami.
Dalam pertemuan dengan pak rektor juga sudah dijelaskan konidisi saat ini dan pak rektor meminta mereka bersabar sambil tetap melanjutkan kuliah di ITB STIKOM Bali. Sebab dalam situasi ini, kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu saya heran kalau mereka lapor polisi,” terang Rahman Sabon Nama.(Axelle Dae).


