Sunday, May 17, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Peringati Haornas 2020, Dispora Belu Gelar Offline Turnamen Free Fire

ATAMBUA, The East Indonesia – Pandemi covid-19 sangat mempengaruhi terhambat bahkan pembatalan berbagai kegiatan di lingkup OPD Kabupaten Belu. Namun tidak dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Belu. Mereka terus berkreasi melakukan berbagai kegiatan di masa pandemi covid-19.

Kali ini dalam memperingati Hari Olahraga Nasional (Harornas) ke-37 dengan dihadapkan pandemi covid-19, Dispora Belu berkreasi dengan mengadakan turnamen game online free fire.

Offline turnamen free fire ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dispora Belu Ferdinandus Bone Lau didampingi Kabid Olahraga, Denny Nahak di kantor Dispora Kabupaten Belu, Rabu malam (09/09/2020).

Kegiatan tersebut melibatkan para gamer-gamer free fire di Kabupaten Belu yang ternyata sangat diminati dan begitu antusiasme oleh para pemuda sehingga tergabung dalam 36 tim (per tim/ 4 orang).

Turnamen ini dilaksanakan selama tiga hari terhitung hari ini (09/09) dimana tiap harinya ada 12 tim yang melakukan pertandingan dengan menjalani 2 laga.

Kepala Dispora Kabupaten Belu, Ferdinandus Bone Lau saat diwawancarai awak media ini menjelaskan bahwa dalam situasi pandemi covid-19 hampir semua kegiatan harus dilakukan secara virtual maka pihaknya melakukan turnamen game online free fire dalam rangka memperingati Haornas tahun 2020.

Kegiatan yang bernama WTC offline free fire tournamen ini diberikan kepercayaan langsung kepada para pemuda untuk menjadi panitia sehingga bisa melatih kepercayaan diri.

“Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Haornas karena saat ini kita lagi dihadapkan pandemi covid-19 sehingga kita memilih melakukan kegiatan ini agar tidak melibatkan orang banyak dan tetap menaati protokol kesehatannya,” pungkas Edy Bone Lau.

Dijelaskan bahwa tujuan lain dari kegiatan ini memperkuat tali silaturahmi para pemuda sekaligus sarana bersaing dalam hiburan bermain game.

“Kita mau menghindari para pemuda itu dari kegiatan yang menggangu kamtibmas dan bisa merasa bahwa mereka adalah teman,” tandasnya.

Tak sampai disitu, lebih jauh dari itu kegiatan ini dilakukan guna mengumpulkan gamer – gamer Free Fire yang berbakat dan kelak akan mewakili Indonesia di turnamen terbesar Free Fire dunia.

“Kita harapkan dengan adanya turnamen ini bisa meningkatkan bakat gamer untuk dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi dan menunjukkan bahwa bermain game tidak selamanya negative,” ucapnya.

Terkait dengan hadiahnya, Kadis Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belu ini menerangkan bahwa para pemenang dari turnamen game online free fire ini akan mendapatkan hadiah yang tak kalah fantastis dimana Juara 1 mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 1.000.000 + Trophy +Sertifikat; Juara 2 memperoleh uang Rp. 750.000 +Trophy + Sertifikat; Juara 3 akan diberi uang tunai Rp. 500.000 + Trophy+ Sertifikat; serta Most Kill dikasih Rp. 150.000 + Sertifikat.

“Adik-adik jangan melihat dari jumlah hadiahnya tetapi lihatlah dari manfaatnya sebagai gamer yang baik,” imbuh Edy Bone Lau.

Untuk diketahui 36 tim yang ikut dalam turnamen game online free fire tersebut adalah tim pelakor siap tempur, RKT Fatubenao, ARMR, semargank 01, decepticon comeback, drap family 2, panzer base santuy, KT Fatubenao, Putra Lolowa, semargank 02, PLK banjir mampir, beach killer, drap family, libas nih boss, bandit team, vเթєг メ ɴɪɢʜᴛʜᴍᴀʀᴇ, M7.roar, skyorin storm, metal coffin, slaber squad, glory crazy, nation team, decepticon skull, terminator esport, Atapupu ID 01, Putra Lolowa 02, Tulamalae 01, Atapupu ID 02, Avengers Team, KG brutal, Atapupu ID 03, +62 team, Tulamalae 02, WTC no game no life dan batosai ID. (Ronny).

Popular Articles