Belum Ada Limbah Pembuangan, Bupati Willy Lakukan Soft Opening Unit Cuci Darah Di RSUD Atambua

Belum Ada Limbah Pembuangan, Bupati Willy Lakukan Soft Opening Unit Cuci Darah Di RSUD Atambua/theeast.co.id

Belum Ada Limbah Pembuangan, Bupati Willy Lakukan Soft Opening Unit Cuci Darah Di RSUD Atambua/theeast.co.id

BUPATI. Bupati Belu Willybrodus Lay. (16/9/2020). Foto : Rony.

ATAMBUA, The East Indonesia – Belum terdapat limbah pembuangan dari unit pelayanan Haemodialisa (cuci darah) yang ada di RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua, Bupati Belu Willybrodus Lay telah melakukan soft opening.

Soft opening Unit pelayanan Haemodialisa pada RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua ini dilaksanakan pada Rabu pagi (16/09/2020). Hadir juga dalam kegiatan tersebu tBupati Belu Willybrodus Lay bersama Wakil Bupati JT Ose Luan, Penjabat Sekda Belu Marsel Mau Meta, Direktur RSUD Atambua, dr. Bathseba E Corputty dan Komisi III DPRD Belu.

Direktur RSUD Atambua, dr. Bathseba E Corputty saat dikonfirmasi awak media ini mengakui bahwa memang limbah pembuangan pada unit pelayanan Haemodialisa belum selesai dikerjakan yang mana sementara dilakukan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Sementara kan orang mengerjakan instalasi IPAL di Rumah Sakit. Jadi nanti masih ada dia punya tabung itu yang kita lihat tadi itu nanti 1 kami pasang disini. Itu tidak lama. Tinggal exca gali taroh tangkinya itu terus tinggal konek,” pungkasnya.

Menyambung pernyataan direktur RSUD Atambua terkait pembuangan limbah tersebut, Dokter Oskar selaku penanggungjawab instalasi Haemodialisa mengatakan bahwa mungkin sekitar seminggu lagi pembuangan limbah ini akan selesai.

“Limbah sudah kami siapkan semuanya. Memang nanti disamping itu kita pakai bio tank dan nanti kita sambung. Mungkin yah 1 minggu selesai,” tandasnya.

Terkait dengan supervisi limbah pembuangan tersebut, dokter Oskar menjelaskan bahwa pihak RSUD Atambua sudah berkomunikasi dengan pihak kementerian.

“Untuk yang ini kemarin juga kami sudah kontak. Kemungkinan besar akan secara virtual karena masih covid ini. Jadi kemungkinan akan supervisi virtual,” ujarnya.

Sementara berkaitan dengan kesiapan tenaga kesehatan yang akan mengoperasikan unit Haemodialisa, Direktur RSUD Atambua ini menerangkan bahwa pihaknya sudah memiliki tenaga tersebut.

“Itu kami pun tenaga terlatih ada 3 orang. Perawatnya, dokter Theo dan dokter Oskar,” imbuh dr. Elen Corputty.

Selain itu 7 unit mesin hemodialisa yang dilakukan soft opening ini semuanya merupakan KSO (Kerjasama Operasional) dan tidak ada yang dibeli sehingga hasilnya pun harus saling berbagi antara pihak RSUD Atambua dan penyedia alkes.

“KSO. Tidak ada beli,” singkatnya.

Direktur RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua ini juga menegaskan bahwa unit Haemodialisa ini sudah siap digunakan karena menurutnya telah memenuhi standar.

“Sudah siap. Sudah memenuhi standar,” pinta dr. Elen Corputty.

Bupati Belu Willybrodus Lay dalam sempat wawancara mengatakan bahwa soft opening unit pelayanan Haemodialisa (cuci darah) yang ada di RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua merupakan kabar gembira bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Belu.

“Hari ini kabar gembira kan. Kabar gembira itu kabar apa coba? Kabar gembiranya bahwa hari ini sudah soft opening Haemodialisa atau mesin layanan unit cuci darah,” pungkasnya.

Dijelaskan bahwa di kabupaten Belu sudah ada 7 unit alat Haemodialisa dan akan ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan.

“Dari perusahaan kalau ada permintaan tambahan pasti akan ditambah. Saya harap jangan tambah lagi karena tambah lagi berarti kesehatan masyarakatnya bermasalah. Jadi cukup 7 saja,” ujar Willy Lay.

Bupati Belu Willybrodus Lay ini juga menerangkan bahwa layanan ini bukan untuk Kabupaten Belu saja tetapi bisa juga untuk masyarakat dari Kabupaten-Kabupaten yang lain. (Ronny)

Facebook Comments