ATAMBUA, The East Indonesia – Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu mengkritik keras pernyataan Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan yang harusnya malu berbicara program dari bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari paket lain dan seharusnya bertanggung jawab atas program gagal selama masa jabatan berlangsung kepada masyarakat di Kabupaten Belu.
Hal ini diungkapkannya lantaran terdapat pernyataan Wakil Bupati Belu dalam acara penyerahan simbolis Kartu Indonesia Sehat di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kamis (17/09/2020) dimana diduga mengkritik terkait program kesehatan gratis yang akan dilakukan oleh Paket Sehati dalam Pilkada Belu 2020.
Dalam sambutannya Wabup Ose Luan menyoroti bahwa aturan apapun yang dibuat, harus searah dan sejalan dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Saya bisa garis bawahi secara benar itu, karena yang benar itu searah dengan JKN. Di luar itu tidak benar dan yang tidak benar tidak perlu kita laksanakan. Karena bagaimanapun kita diwajibkan untuk mengikuti semua peraturan perundang- undangan yang berlaku, petunjuk dan lain-lain yang berlaku. Apalagi ditingkat bawah, kebijakan lokal tidak boleh berlawanan, bertentangan dengan kebijakan yang lebih tinggi,” tandasnya.
Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) itu menurut orang nomor dua di Pemkab Belu ini memenuhi aturan yang searah dan sejalan dengan JKN.
“Yang lain darisitu saya tidak tahu searah atau tidak. Tetapi bagusnya ikut aturan itu lebih terhormat daripada mencari simpati dengan program yang tidak mengikuti aturan,” tutur Ose Luan.
Diterangkan berdasarkan data peserta Jamkesda di Kabupaten Belu sebelumnya ada 16 ribu. Ditambah hari ini, peserta Jamkesda sudah mencapai 27 ribu.
“Posisi presentasenya ada 87,59 persen. Masih tersisa 30 ribuan warga yang belum tercover,” ucapnya.
Apabila Pemerintah Daerah Belu menganggarkan lagi pada tahun 2021 maka dengan sendirinya seluruh masyarakat sudah menjadi peserta Jamkesda.
“30 ribu ini tidak lagi membutuhkan dana yang besar, sekitar 9 miliar rupiah maka seluruh masyarakat tidak mampu sudah memiliki kartu Indonesia sehat melalui Jamkesda,” ujarnya.
Oleh karena itu penyerahan hari ini biar menjadi satu stimulus dorongan kepada pemerintah daerah dan kepada semua pihak untuk bagaimana melakukan pelayanan kesehatan gratis secara benar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua II DPRD Belu, Cyprianus Temu pun balik mengkritik keras pernyataan dari Wakil Bupati Belu. J.T Ose Luan dengan menegaskan bahwa seharusnya sebagai petahana bakal calon yang akan maju lagi dalam Pilkada 2020 malu berbicara program dari bakal calon pasangan lain.
“Wabup Ose Luan jangan buat sensasi diakhir masa depan. Sudah gagal program yang dia jalankan selama 5 tahun, sekarang masih mau menjanji lagi dengan apa yang mau dibuat oleh Paket sehati yaitu berobat gratis,” pungkasnya saat dikonfirmasi awak media ini, Jumat (18/09/2020).
Politisi Partai Nasdem ini mengecam agar Wabup Ose Luan dan Bupati Belu Willybrodus Lay yang akan maju bersama lagi dalam Pilkada Belu 2020 ini mengintrospeksi diri dengan programnya sebelum memotong dan mengkritik program pasangan lain, Paket Sehati.
Seharusnya pak Willy Lay (Bupati) dan pak Ose Luan (Wakil Bupati) itu turun ke desa dan kecamatan menyampaikan dan mempertanggung jawabkan program selama masa kepemimpinannya yaitu maek bako sudah sampai mana, ubi ungu yang suruh setiap KK gali lubang itu sudah tanam atau belum, mau hadiah motor itu sudah sampai dimana, air bersih dan raskin itu sudah sampai mana.
“Jadi seharusnya mereka mengintrospeksi diri, melihat mereka punya program maek bako, ubi ungu, bawang tuk-tuk, kepiting bakau, air bersih, raskin. Itu sampai dimana? Urus itu dulu. Ini janji-janji yang tidak pernah terwujud dan ini merupakan pembohongan publik,” ujar Cypry Temu.
Jadi pemimpin harus gentleman dengan mengakui dan mempertanggung jawabkan progam- program yang sudah gagal.
“Harusnya sekarang ini pak Willy dan pak Ose Luan keliling di Desa-desa dan mengatakan kami sudah gagal, itu baru gentleman. Harusnya itu yang disampaikan, bukan mau tipu lagi. Jangan sampai mau bagi drom ter lagi. Ini bahaya ini mencari pemimpin model begini dan kita akan ikuti dia punya program gagal ini. Bagaimana Belu ini mau maju,” tandas Anggota DPRD Belu sekian periode ini.
Disampaikan bahwa setelah melakukan hal-hal tersebut maka barulah mengurus program dari Paket lain seperti pengobatan secara gratis.
“Urus itu dulu baru urus pengobatan gratis, programnya orang. Jangan mimpi malam, pagi buat karena orang mau buat program kesehatan gratis,” pinta Cypri Temu.
Dijelaskan bahwa sekarang seorang dokter ahli yang akan maju juga dalam Pilkada Belu 2020 dengan membuat visi-misi salah satunya memberikan pengobatan gratis maka kita yang lain kritik dan kita tiru serta potong ditengah dan katakan kepunyaan cara mereka, JKN-KIS.
Wakil Ketua II DPRD Belu ini juga menerangkan bahwa program kesehatan gratis ini sudah dilaksanakan di Kabupaten- Kabupaten lain dan berjalan contohnya Kabupaten Malaka, NTT.
“Sudah gagal, sudah tidak sanggup, mempromosikan diri, pakai lagi orang lain punya program. Ini kan sesungguhnya hal yang memalukan. Sekarang ini harusnya mereka turun ke Desa dan mempertanggung jawabkan apa yang mereka buat selama ini ,” pungkasnya.
Politisi Partai Nasdem ini menghimbau kepada seluruh masyarakat kabupaten Belu agar tidak lagi terkecoh dengan janji manis seperti Pilkada yang lalu.
“Himbauan kepada masyarakat jangan terkecoh lagi. Kasian 5 tahun dapat drom Ter 1, air mungkin 4-5 drom terus sengsara selama 5 tahun. (Ronny)


