Dirut Pos Indonesia : Penyaluran Bansos BST di Bali sudah Mencapai 99, 31%

Dirut Pos Indonesia : Penyaluran Bansos BST di Bali sudah Mencapai 99, 31% /theeast.co.id

Dirut Pos Indonesia : Penyaluran Bansos BST di Bali sudah Mencapai 99, 31% /theeast.co.id

KEMENSOS. Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan rombongan saat meninjau stan bantuan di Desa Dauh Yeh Cani, Abiansemal Badung Bali, Jumat, (16/10/2020). Foto : CV.

BADUNG, The East Indonesia – Kementerian Sosial (Kemensos) selaku anggota gugus tugas penanganan covid-19 melaksanakan percepatan penanganan covid-19 melalui penyelenggaraan Bantuan Sosial Pangan Non Tunai Kartu Sembako, Bantuan Sosial Tunai, Bantuan Sosial Tunai Kartu Sembako Non PKH, dan Bantuan Sosial Beras. Pemberian bantuan tersebut bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga penerima bantuan sosial.

Kali ini, Bantuan Sosial Tunai (BST) disalurkan di Badung, Bali. Penyaluran di wilayah ini merupakan penyaluran tahap VII yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia (Persero) dengan nilai bantuan Rp300 ribu bagi setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyaluran dialokasikan kepada 101.046 KPM, dengan rincian Kota Denpasar sebanyak 10.152 KPM, Kabupaten Badung 12.154 KPM, dan sisanya tersebar di tujuh kabupaten lainnya di Bali.

Penyaluran yang dilakukan di Wantilan Pura Dalem, Dauh Cani, Abiansemal, Badung ini dihadiri langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani , Menteri Sosial Juliari P. Batubara dan  Direktur Utama PT Pos Faizal Rochmad Djoemadi, Jumat, (16/10/2020).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos Asep Sasa Purnama, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos Edi Suharto, Direktur Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia (Persero) Charles Sitorus.

“Bantuan sosial diharapkan bisa tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai target yang ditetapkan anggaran bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Juga diharapkan dapat terwujudnya sinergi kerja antar pihak terkait dalam pelaksanaan penyaluran bantuan sosial untuk percepatan penanganan covid-19,” kata Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos Asep Sasa Purnama.

Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Sambutannya menyampaikan Bahwa bantuan ini merupakan bantuan dari pemerintah melalui kementerian sosial untuk pandemi covid 19.

Puan menengaskan bahwa sebagai daerah destinasi wisata yang dimana sebagian besar masyarakatnya berpenghasilan hidup dari pariwisata. Diharapkan dengan ada bantuan ini masyarakat yang terdampak covid dapat meringakan beban masyarakat.

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Faizal R Djoemadi mengatakan pada tahap I hingga tahap VI sebelumnya untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara memiliki alokasi 3.141.580 KPM, dan telah terealisasi sebanyak 3.081.138 KPM atau 98,06 persen. Sementara, penyaluran BST untuk Provinsi Bali pada tahap VI (September 2020) telah tersalurkan sebanyak 598.448 KPM atau 99 persen.

“Pos Indonesia optimistis penyaluran BST tahap lanjutan ini dapat berjalan dengan baik dan tuntas sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah dengan terus mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memperbanyak titik layanan, memperpanjang jam layanan, serta memperluas kerja sama komunitas di daerah,” ucap Faizal.

Selain itu, Kemensos telah menyalurkan sejumlah bantuan antara lain, Bantuan Pangan Non Tunai Kartu Sembako. Untuk Bali disalurkan kepada 174.480 KPM yang tersebar di sembilan kabupaten/kota. Hingga Oktober 2020 Bali telah mendapatkan bantuan sebesar Rp319.452.050.000. Sementara Kabupaten Badung jumlah penerima bantuan sebanyak 9.438 KPM. Hingga Oktober 2020, Kabupaten Badung telah mendapatkan bantuan sebesar Rp18.064.200.000. Di Kecamatan Abiansemal penerima sebanyak 3.309 KPM, di Desa Dauh Yeh Cani terdapat 142 KPM. Bank penyalur adalah Bank BNI. KPM tiap bulan menerima bantuan Rp200 ribu melalui KKS untuk belanja bahan pangan di e-Warong. Penyaluran di lokasi ini untuk realisasi Oktober 2020 sejumlah Rp661.800.000.

Sementara Bantuan Sosial Tunai Kartu Sembako Non PKH, diberikan kepada 94.300 KPM yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Bali sebesar Rp47.150.000.000. Untuk Badung jumlah penerima 5.535 KPM senilai Rp .2.767.500.000. Untuk Kecamatan Abiansemal penerima bantuan 1.885 KPM senilai Rp942.500.000. Untuk Desa Dauh Yeh Cani penerima bantuan sejumlah 116 KPM dengan nominal bantuan Rp.58 juta. Bantuan ini disalurkan oleh Himbara/BNI. KPM menerima bantuan uang tunai Rp.500 ribu melalui rekening kartu sembako dan diberikan sekali, telah terealisasi pada September 2020.

Kemudian untuk Bantuan Sosial Tunai, Untuk Bali penerima manfaat sebanyak 189.635 KPM sejumlah Rp.568.869.000.000. Di Kabupaten Badung diberikan kepada 12.790 KPM senilai Rp12.743.300.000. Untuk Kecamatan Abiansemal disalurkan untuk 3.396 KPM dengan nominal bantuan hingga Oktober 2020 sejumlah Rp10.188.000.000. Di Desa Dauh Yah Cani terdapat 613 KPM dengan jumlah bantuan hingga Oktober 2020 sebesar Rp1.839.000.0000. Bantuan Sosial Tunai disalurkan melalui Kantor Pos dan Himbara. Bantuan diberikan selama sembilan bulan, yaitu April hingga Juni dengan nominal per bulan Rp600 ribu. Kemudian, Juli hingga Desember senilai Rp300 ribu per bulan.

Selanjutnya Bantuan Sosial Beras, terdapat 86.566 KPM di Bali dengan jumlah beras yang disalurkan 3.895.470 kilogram (kg). Rinciannya, per KPM menerima bantuan beras 15 kg per KPM per bulan selama tiga bulan untuk periode Agustus hingga Oktober 2020. Pada September 2020, disalurkan 30 kg beras untuk alokasi Agustus dan September. Pada bulan Oktober, disalurkan sebanyak 15 kg beras. Untuk Kabupaten Badung sebanyak 4.081 KPM menerima bantuan beras hingga Oktober 2020 sebesar 183.465 kg. Kecamatan Abiansemal sebanyak 1.497 KPM menerima bantuan beras hingga Oktober sebesar 67.365 kg. Desa Dauh Yeh Cani sejumlah 21 KPM mendapatkan bantuan hingga Oktober sebesar 945 kg beras.

Pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan PT Pos Indonesia sangat sederhana, penerima bantuan cukup datang ke kantor Pos dan hanya memperlihatkan indentitas diri berupa KTP,” jelas dirut Pos Indonesia.

“Caranya ada tiga. Pertama penerima bisa datang langsung ke Kantor Pos, yang kedua melalui komunitas atau kelompok yang berkumpul di salah satu tempat dan akan didatangi pihak Pos dan yang ketiga petugas datang langsung ke peserta karena berada di tempat terpencil atau daerah 3T serta bagi mereka pencandang disabilitas,” ujarnya.

Untuk memudahkan pencairan para penerima bantuan juga bisa memanfaatkan aplikasi PGM atau Pos Giro Mobile. “Jadi nama-nama yang mendapatkan bantuan, bisa dicek di aplikasi ini. Nama mereka sudah tertera di sana,” bebernya.(CV).

Facebook Comments