Demi Pariwisata, ASITA Bali Versi Nunung Rusmiati Gelar Musdalub

RAPAT PERSIAPAN. Panitia Musdalub sedang mempersiapkan pelaksanaan Musdalub Asita Bali yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 14 November 2020 di QUEST HOTEL Denpasar. FOTO - AD

DENPASAR, The East Indonesia  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Association Indonesian Travel Ageng (ASITA) Bali versi Nunung Rusmiati atau versi Akta Pendirian Nomor 36 Tahun 2016 akan menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) pada Sabtu (14/11/2020) di Quest Hotel Denpasar.

Ketua Pelaksana Tugas (PLT) DPD ASITA Bali, I Komang Takuaki Banuartha saat ditemui di Denpasar, Kamis (12/11/2020) menjelaskan, sebenarnya DPD ASITA Bali sama sekali tidak mempersoalkan dualisme ASITA, apakah ada ASITA versi tahun 2016 atau ASITA versi tahun 1971.

“Kami hanya melaksanakan Musdalub yang merupakan amanat yang diberikan kepada kami selaku Plt. Terkait dengan perbedaan pemahaman organisasi, kami menyerahkan sepenuhnya kepada DPP ASITA untuk menyelesaikan sesuai dengan proses yang ada,” ujarnya.

Menurut Banuartha, saat ini di Bali ada sekitar 403 anggota DPD ASITA sekalipun banyak yang sudah tidak aktif. Dalam Musdalub nanti, fokusnya adalah pemilihan ketua dan pengurus secara definitif. Hal ini penting dilakukan agar DPD ASITA Bali adalah segera berbenah dalam rangka recovery pariwisata Bali yang sedang terpuruk dalam situasi pandemi Covid19 saat ini.

Selaku PLT DPD ASITA Bali, dirinya tidak memiliki kewenangan apa pun untuk mengambil keputusan apa pun yang terkait dengan program dan kebijakan organisasi. Untuk itu DPD ASITA Bali diminta segera menggelar Musdalub untuk memilih ketua dan pengurus definitif.

“Kami menggelar Musdalub atas amanat ASITA Pusat sebagai induk organisasi. Sebagai PLT kami tidak menyalahkan atau mempersoalkan perbedaan dari pihak mana pun. Biarkanlah proses hukum berjalan sebagaimana mestinya. Dan kami akan tunduk pada keputusan hukum yang ada dan siap mendukung sepenuhnya,” ujarnya.

Ketua Panitia Musdalub Ni Luh Werdiani mengatakan, hingga saat ini sudah ada sekitar 60-an anggota yang ikut mendaftar secara offline. Artinya mereka akan datang ke lokasi acara Musdalub untuk memilih ketua dan pengurus. Sisanya ada yang sudah mendaftar secara daring untuk mengikuti secara online.

“Totalnya, sudah lebih dari 100 anggota yang akan mengikuti Musdalub DPD ASITA Bali. Kami sangat terbuka kepada seluruh anggota. Panitia tidak bisa membedakan anggota yang pro kesana kemari. Semuanya terbuka sesuai aturan yang ada. Kami siap menerima siapa pun,” ujarnya.

Saat ini di Bali terdaftar ada 403 anggota. Namun karena berbagai kendala terutama pandemi Covid19, banyak anggota yang sudah tidak aktif. Diharapkan, anggota yang aktif ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam Musdalub.***

Penulis – Axelle Dhae

Facebook Comments