Saturday, August 15, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Kobarkan Nasionalisme di Beranda Depan NKRI: Satgas Yonarmed 12 Kostrad Bersama Elemen Masyarakat Bentangkan Bendera Raksasa di Lamaknen Selatan

ATAMBUA, The East Indonesia – Semangat nasionalisme membara di Lamaknen Selatan, beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI, sebuah Bendera Merah Putih raksasa berukuran 81 x 26 meter berhasil dibentangkan dengan megah di Lapangan Kantor Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Aksi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) ini dilakukan secara gotong-royong atas inisiatif dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2/Kostrad,

Bendera raksasa tersebut dibentangkan oleh prajurit Tentara Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12/AY/2/2/Kostrad, personel Polsek Lamaknen, pegawai Kecamatan Lamaknen Selatan, para tokoh adat, hingga masyarakat setempat.

Sejenak suasana berubah saat seluruh orang yang berada di lapangan mengiringi pembentangan bendera dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.

Momen bersejarah ini dilaksanakan tepat setelah seluruh peserta event olahraga dan bertajuk Piebulak Border Run 8,1K menyentuh garis finish.

Komandan Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menjelaskan bahwa ukuran bendera tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam yang berkaitan dengan waktu pelaksanaan dan usia kemerdekaan Indonesia.

“Setelah semua peserta lari sudah masuk di garis finish, kita langsung melakukan pembentangan bendera dengan ukuran 81 x 26 Meter. 81 meter adalah HUT Kemerdekaan RI yang ke-81 dan 26 Meter karena pelaksanaan di tahun 2026,” ujar Letkol Arm Erlan Wijatmoko saat diwawancarai awak media di lokasi kegiatan.

Letkol Arm Erlan Wijatmoko menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang tidak hanya menonjolkan aspek olahraga, melainkan juga promosi wisata daerah.

“Kita berkolaborasi melaksanakan event ini. Event ini tidak hanya event olahraga tetapi juga event yang mengenalkan alam yang indah di Piebulak, Lamaknen Selatan kepada masyarakat. Peserta yang datang ini terlihat rata-rata baru pertama kali kesinj,” jelasnya.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur pun berharap agenda ini dapat terus dipertahankan oleh satgas-satgas berikutnya demi memajukan potensi pariwisata lokal.

“Semoga kedepan event ini menjadi event tahunan dan kedepannya mungkin Satgas lain yang akan menggantikan kami juga, saya sampaikan akan terus berkolaborasi dengan ke Kecamatan Lamaknen Selatan untuk terus mengenal menyelenggarakan kegiatan ini dalam rangka salah satunya mengenalkan wisata yang ada di Piebulak dan sekitarnya,” pungkasnya.

Dansatgas Pamtas juga mengajak seluruh masyarakat, baik yang berada di dalam maupun di luar Kabupaten Belu, untuk bergabung dalam acara “Piebulak Border Run” tahun depan jika ingin merasakan sensasi berlari yang sesungguhnya di wilayah perbatasan.

“Untuk tahun depan, bagi seluruh masyarakat, baik itu di Kabupaten Belu atau di luar Kabupaten Belu, kalau ingin merasakan lari di perbatasan, ikut joint dengan kami di Piebulak Border Run di tahun yang akan datang. Kalau ingin merasakan sensasi lari yang benar-benar di perbatasan, inilah tempatnya,” pintanya.

Pada tempat yang sama, Ketua Panitia Penyelenggara sekaligus Sekretaris Kecamatan, Daniel Nahak, SSTP., yang akrab disapa Denny Nahak, mewakili Camat Lamaknen Selatan Marius Dominggus Mau Bele, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.

Denny mengungkapkan bahwa ide pembentangan bendera raksasa ini lahir dari diskusi bersama guna memupuk rasa cinta tanah air di garis depan nusantara.

“Pembentangan bendera ini, kebetulan Pak Dansatgas kemarin menginspirasi kami. Kebetulan di daerah perbatasan, rasa nasionalisme harus ditanamkan untuk masyarakat Kecamatan Lamaknen Selatan karena berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratik Timor Leste,” ungkap Denny Nahak.

Denny juga mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh yang diberikan oleh pimpinan Satgas Pamtas serta antusiasme para peserta yang datang dari berbagai daerah.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Forkopimcam, Satgas Pamtas, para sponsor, relawan, panitia, seluruh pihak pendukung, serta antusiasme tinggi dari para peserta Piebulak Border Run 8,1K yang datang dari berbagai daerah dengan penuh suka cita. Seperti yang disampaikan oleh Pak Dansatgas, kita punya 5 pesona yang memang harus dikenalkan kepada semua masyarakat, yakni sabuk merah perbatasan, Bukit Holzap, Sentra Kopi Henes Lakmaras, Gereja Tua Nualain, dan Kampung Adat Nualain,” tuturnya.

Melalui momentum pembentangan bendera dan lomba lari ini, pihak panitia menargetkan jangkauan promosi yang lebih luas pada tahun-tahun mendatang.

“Harapan kami ini event pertama jumlahnya 334 peserta, kedepan kita berharap bisa tembus di 500 bahkan sampai 1000 peserta sehingga lima pesona yang kita gaungkan, kita gemakan itu bisa tersampaikan bahkan sampai ke level nasional dan bisa dikenal secara luas lima pesona di Kecamatan Selatan,” pungkas Denny.

Acara yang berlangsung khidmat dan meriah ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Ketua Pengadilan Negeri Atambua, Ketua KPPN Atambua, Staf Ahli Bupati Belu, Kepala RRI Atambua, Kepala PLBN Motaain, serta perwakilan dari Universitas Pertahanan (Unhan) Ben Mboi.

Hadir pula perwira yang mewakili Polsek Lamaknen, unsur Forkopimcam Lamaknen Selatan, para kepala desa se-Kecamatan Lamaknen Selatan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, komunitas olahraga, serta warga lokal yang memadati area perbatasan. (Ronny)

Popular Articles