Bali Tetap Konsisten Jadikan Prokes sebagai Panglima dalam Berbagai Kegiatan Adat dan Agama

PROKES. Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Bali Wayan Suarjaya saat di Nusa Dua Bali, Jumat (20/11/2020). Foto : Axelle Dae.

DENPASAR, The East Indonesia – Pemerintah Provinsi Bali memilih untuk tetap konsisten menjadikan protokol kesehatan (Prokes) sebagai panglima utama dalam berbagai kegiatan agama dan budaya. Hal ini disampaikan Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Bali Wayan Suarjaya saat ditemui di Nusa Dua Bali, Jumat siang (20/11/2020).

Ia menjelaskan, Bali di bawah kepemimpinan Gubernur I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati hingga saat ini tetap konsisten dengan Prokes. “Oleh karena gubernur dan wakil gubernur konsisten dengan Prokes maka seluruh jajarannya juga konsisten. Seluruh jajarannya tetap mendapatkan arahan agar tetap mengedepankan Prokes dalam berbagai kegiatan di wilayahnya masing-masing. Saya misalnya, menjadi pelopor di lingkungan saya dalam menjalankan Prokes. Artinya, sesuai arahan pimpinan, Prokes tetap menjadi panglima utama dalam berbagai kegiatan di Bali,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bukan hanya di tingkat provinsi. Di tingkat kabupaten dan kota, kecamatan, hingga ke desa dan kelurahan penerapan Prokes sangat ketat di Bali. Di tingkat banjar di Bali pun ada aturan main soal penerapan Prokes. Keterlibatan aparat penegak hukum mulai dari Polri-TNI, SatPol PP, hingga di tingkat desa adat dengan para pecalang juga sangat membantu dalam penerapan Prokes.

Dalam berbagai kegiatan baik itu upacara agama, upacara adat seperti pernikahan dan sejenisnya, ada pembatasan jumlah keterlibatan orang. Hingga saat ini jumlah yang dibolehkan atau diizinkan antara 25-50 orang. Bila diketahui jumlah lebih dari itu maka petugas tidak akan segan segan bertindak secara tegas sampai dengan pemberhentian kegiatan, pembatalan izin dan kegiatan. “Apa pun yang dilakukan, Bali tetap konsisten dengan Prokes, Bali tetap konsisten dengan UU yang ada di pusat dan beberapa regulasi yang ada di provinsi dan kabupaten,” ujarnya.

Bukan hanya itu. Saat ini di Bali terus menegakan Prokes CHSE terutama di berbagai dunia usaha. Penerapannya bisa berupa, tempat cuci tangan, cuci kaki, handsanitizer, pengukur suhu, menjaga jarak dan seterusnya. “Sebaran hal ini sudah berada di dunia usaha di berbagai tempat di Bali. Untuk hotel dan restoran, sudah ada Prokes di setiap sudut pasar, restoran, mall, tokoh,” ujarnya.

Penulis|Axelle Das|Editor|Christovao Vinhas.

Facebook Comments