Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada Serentak Tahun 2020 di Bali Naik di Atas 80%

54

DENPASAR, The East Indoensia – Partisipasi masyarakat di Bali dalam mengikuti Pilkada serentak di 6 kabupaten dan kota rata-rata di atas 80%. Hal ini disampaikan Komisioner KPUD Bali Gede John Darmawan saat dikonfirmasi, Kamis (10/12/2020). Menurutnya, data ini setelah dibandingkan dengan tahun 2015 lalu dalam pemilihan kepala daerah.

“Kita mengambil data banding dalam pemilihan kepala daerah di kabupaten dan kota yang sama sebelumnya 5 tahun lalu. Dan dari data perbandingan tersebut diketahuilah terjadi peningkatan partisipasi masyarakat yang tinggi. Bahkan untuk 6 kabupaten dan kota di Bali, rata-rata partisipasi masyarakat di atas 80%. Sebagai penyelenggara Pemilu kami memberikan apresiasi yang sangat besar warga Bali yang dengan sadar, tahu, dan mau datang ke TPS untuk memilih pemimpinnya,” ujarnya.

Baca juga :  Saat Deklarasi, Ribuan Alumni SMA-SMK Bali Sepakat Putihkan Seluruh TPS Di Bali

Ia juga menyampaikan data partisipasi masyarakat (Parmas) dari masing-masing kabupaten dan kota. Kabupaten Tabanan misalnya, tahun 2015 hanya mencapai 77,33% sementara di tahun 2020 naik menjadi 81,05%. Di Kabupaten Karangasem, parmas di tahun 2015 hanya mencapai 66% sementara di tahun 2020 naik menjadi 71%. Di Kabupaten Badung, parmas tahun 2015 hanya sebesar 68 %.

Sementara dalam Pilkada tahun 2020, naik menjadi 85,2%. Badung tidak ada yang melaporkan minta pelayanan atas status terpapar covid. Untuk di Kabupaten Bangli, parmas tahun 2015 hanya mencapai 73,98% namun di tahun 2020 naik menjadi 83,33%. Bangli tidak ada pelayanan terhadap pemilih karantina karena lokasi karantina berada di luar daerah. Terakhir untuk Kota Denpasar, parmas mengalami penurunan signifikan dimana tahun 2015 hanya sebesar 56% dan di tahun 2020 malah turun menjadi 54%. Padahal Kota Denpasar melayani pasien Covid 3 orang di RSUD Wangaya.

Baca juga :  Resmi! Ini Visi Misi Paket Petahana Periode 2021-2024

Menurutnya secara umum, partisipasi masyarakat di Bali dalam Pilkada serentak kali ini naik signifikan. Asumsi bahwa situasi pandemi menyebabkan partisipasi masyarakat menurun sangat tidak benar. Hal terbukti, satu-satunya kabupaten yang menurun partisipasinya adalah Kota Denpasar. Hal ini bisa dipahami karena Kota Denpasar merupakan pusat mobilitas manusia sehingga di tengah pandemi Covid19 ini, banyak orang tidak mau ikut dalam acara kerumunan massa.

Penulis|Axelle Dae|Editor|Christovao Vinhas.

Facebook Comments