Tuesday, May 19, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Gubernur Koster Sampaikan Program Penanganan Covid19 Tahun 2020

DENPASAR, The East Indonesia – Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan evaluasi penanganan Covid19 di Bali tahun 2020 dan apa saja yang harus dilakukan di tahun 2021 nanti. Koster mengatakan, secara umum bahwa pandemi Covid-19 di Bali telah dapat ditangani dengan baik.

Hal ini ditandai dengan beberapa antara lain terkendalinya kasus positif baru (rata-rata di bawah 100 kasus per hari), meningkatnya angka kesembuhan (mencapai di atas 90%), dan terkendalinya angka kematian (kurang dari 5 orang per hari). Bahkan Bali termasuk kategori daerah dengan tingkat kesembuhan tertinggi di Indonesia.

“Pencapaian yang baik ini berkat kerja keras dan sinergi antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Kodam IX/Udayana, Polda Bali, Kejati Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, Majelis Desa Adat, Parisada Hindu Dharma Indonesia, Desa Adat, dan Desa/Kelurahan se-Bali serta gotong-royong berbagai komponen masyarakat. Bali, bahkan menjadi percontohan yang mendapat apresiasi dari berbagai pihak dalam penanganan Covid-19 dengan memberdayakan Desa Adat melalui pembentukan SATGAS Gotong-Royong,” ujarnya di Denpasar, Jumat (1/1/2021).

Pemerintah Provinsi Bali telah berhasil melaksanakan berbagai upaya dan program penanganan Covid-19 beserta dampaknya terhadap masyarakat, yang anggarannya bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali yaitu upaya pencegahan penularan Covid-19 dengan semakin memperketat pemberlakuan protokol kesehatan, peningkatan kapasitas layanan uji swab berbasis PCR dan rapid test antigen, peningkatan kualitas layanan pasien Covid-19 dengan menyediakan fasilitas karantina dan rumah sakit rujukan yang dilengkapi dengan sarana prasarana dan tenaga medis yang memadai, memberi insentif bagi tenaga medis dan non medis, yang masih berjalan hingga hari ini.

Selain itu, Bali juga harus menanggulangi berbagai dampak Covid-19 terhadap ekonomi berupa bantuan sosial tunai sebesar Rp. 78,1 milyar kepada 43.400 kelompok IKM/UKM/UMKM, bantuan sebesar Rp. 16,3 milyar kepada 1.407 koperasi, dan bantuan sosial tunai sebesar Rp 13,1 milyar lebih kepada 7.287 orang pekerja formal yang terkena PHK/dirumahkan. Ada juga penanganan dampak Covid-19 terhadap masyarakat berupa bantuan sosial pendidikan sebesar Rp. 24,8 milyar kepada 19.882 siswa SD, SMP, SMA/SMK/SLB, dan kepada 9.423 mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta.

Hal penting yang patut diketahui bahwa Pemerintah Provinsi Bali berhasil memperjuangkan Bantuan Jaring Pengaman Sosial yang telah direalisasikan sebesar Rp. 2,5 triliun lebih bersumber dari APBN Pemerintah Pusat yang diperuntukan bagi program Kartu Prakerja dengan anggaran sebesar Rp. 404 milyar lebih untuk 113.899 orang pekerja, bantuan subsidi upah dengan anggaran  sebesar Rp. 630 milyar lebih untuk 262.711 orang pekerja, Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan anggaran sebesar Rp. 397 milyar lebihuntuk 108.499 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), realisasi sampai bulan Desember.

Ada juga Bantuan Sosial Pangan (BSP) dengan anggaran sebesar Rp. 246 milyar lebih untuk 159.358 KPM, realisasi sampai bulan November, Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran sebesar Rp. 315 milyar lebih untuk 94.340 KPM, realisasi sampai bulan Desember, Bantuan Sosial Beras (BSB) 3.895 ton lebih untuk 86.566 KPM Program Keluarga Harapan selama 3 bulan yakni Agustus, September, dan Oktober tahun 2020 masing-masing 15 kg/bulan), Bantuan Sosial Tunai non-PKH dengan anggaran sebesar Rp. 40 milyar lebih untuk 81.034 KPM dan
Bantuan Produksi Usaha Mikro (BPUM) dengan anggara sebesar Rp. 520 milyar lebih untuk 216.000 usaha mikro

Selain itu, untuk penanganan dampak Covid-19 terhadap pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali juga telah melakukan terobosan dan berhasil memperjuangkan dana hibah pariwisata yang diberikan kepada pemerintah kabupaten/kota dan pelaku usaha pariwisata dengan total anggaran sebesar Rp. 1,183 triliun bersumber dari APBN sebesar Rp. 948 milyar lebih untuk Kabupaten Badung dan sisanya untuk Kabupaten/Kota lainnya.

Dalam menghadapi situasi sulit akibat dampak Covid-19 Kita harus tetap bersemangat. Semangat inilah yang memacu upaya untuk membantu masyarakat dengan berbagai inovasi kegiatan, antara lain Pasar Gotong-Royong Krama Bali sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Bali, yang diselenggarakan oleh semua perangkat daerah Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan unit kerja Pemeritah Pusat di Bali.

Selain itu juga dilaksanakan pameran lukisan secara virtual, pameran UMKM secara virtual, dan pameran UMKM secara konvensional pada tanggal 4 – 31 Desember 2020 bertempat di Taman Budaya Provinsi Bali oleh Dekranasda Provinsi Bali dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi.

Sumber|Humas|Editor|Axelle Dae.

Popular Articles