Friday, July 24, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Hari Anak Nasional, Buleleng Perkuat Perlindungan Anak Lewat Tim BESTIE dan Edukasi di Sekolah

SINGARAJA, The East Indonesia – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk memperkuat komitmen dalam melindungi hak-hak anak melalui edukasi, pendampingan, serta perluasan akses layanan perlindungan. Berbagai upaya terus dilakukan agar anak-anak tumbuh di lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan maupun perundungan.

Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN tahun ini menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam memastikan terpenuhinya hak anak atas pendidikan, kesehatan, perlindungan, dan pengasuhan yang layak.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Buleleng, I Putu Kariaman Putra, mengatakan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Pemenuhan hak dan perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama agar setiap anak dapat tumbuh, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (23/7).

Menurut Kariaman, Dinsos P3A akan terus memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak untuk menyerap persoalan yang dihadapi anak-anak di Kabupaten Buleleng agar dapat segera ditindaklanjuti melalui pendampingan yang tepat.

“Kami akan terus berkomunikasi untuk menyerap berbagai permasalahan anak di Kabupaten Buleleng sehingga bisa segera ditindaklanjuti dan didampingi. Harapannya, persoalan hukum maupun berbagai masalah yang berdampak pada tumbuh kembang anak dapat semakin berkurang,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui Tim BESTIE Buleleng yang secara rutin melaksanakan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah. Tim ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pencegahan perundungan (bullying), kekerasan terhadap anak, serta langkah yang harus dilakukan apabila mengalami atau menyaksikan tindak kekerasan.

“Melalui Tim BESTIE, kami memberikan edukasi kepada anak-anak di sekolah. Pendekatan teman sebaya dinilai lebih efektif karena anak-anak lebih mudah terbuka ketika memahami bagaimana menghadapi bullying maupun persoalan lainnya,” jelasnya.

Kariaman mengungkapkan, sejumlah laporan kasus perundungan telah diterima dan seluruhnya ditangani dengan mengedepankan prinsip kerahasiaan serta kepentingan terbaik bagi anak.

“Sudah ada beberapa laporan kasus bullying yang kami dampingi. Namun kasus tersebut tidak kami publikasikan karena kerahasiaan identitas anak merupakan prioritas. Tim BESTIE melakukan pendampingan sejak awal serta memilah setiap kasus, mana yang dapat diselesaikan melalui pembinaan dan mana yang memerlukan pendampingan secara khusus,” tegasnya.

Selain membentuk Tim BESTIE, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menghadirkan aplikasi BESTIE sebagai inovasi layanan perlindungan perempuan dan anak. Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat memperoleh informasi sekaligus melaporkan kasus sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terintegrasi.

Melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat, Buleleng berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat perlindungan anak agar setiap anak dapat tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik.(Wis)

Popular Articles