ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam rangka mengantisipasi peningkatan pasien Covid-19 di Kabupaten Belu, Provinsi NTT wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Pejabat Sekda Belu sekaligus Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu, Frans Manafe melakukan peninjauan langsung lokasi yang akan digunakan untuk karantina pasien dengan gejala ringan covid-19, pada Kamis (7/1/2021).
Lokasi yang akan disiapkan ini bertempat di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 3 Kupang Wilayah Kerja Pos Lintas Batas Darat Mota’ain Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Haliwen, Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak.
Dalam tinjau lokasi tersebut Pejabat Sekda Belu bersama Kepala BP4D sekaligus PLT Kadis Kesehatan Belu, Florianus Nahak dan Kadis Kominfo Belu, Johanes Andes Prihatin serta Sekertaris BPBD Belu, Egidius Manek dan didampingi oleh Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 3 Kupang Wilayah Kerja Pos Lintas Batas Darat Mota’ain, dr Ewalde Ratrugis.
Pejabat Sekda Belu pun melakukan peninjauan langsung di beberapa ruangan yang akan digunakan untuk karantina pasien Covid-19 gejala ringan di bangunan tersebut.

Saat ditemui awak media ini, Penjabat Sekda Belu menjelaskan bahwa dirinya bersama tim satgas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu melakukan peninjauan lokasi yang akan digunakan bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan.
“Hari ini saya selaku ketua tim pelaksana gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Belu langsung meninjau lokasi yang akan kita persiapkan sebagai lokasi karantina bagi masyarakat yang terinfeksi covid-19 dengan gejala ringan dan kita akan karantina disini,” pungkasnya.
Dikatakan bahwa peninjauan ini dilakukan usai melakukan koordinasi dengan dr Ewalde Ratrigis sebagai koordinator Kantor tersebut sehingga mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Belu dirinya sangat berterimakasih atas koordinasi yang baik ini.
“Terimakasih ibu dokter karena bersedia menyiapkan tempat ini untuk dijadikan tempat karantina bagi pasien dengan gejala ringan. Tempat ini sangat baik dan strategis karena bangunannya juga memungkinkan untuk itu,” tandas Frans Manafe.
Penjabat Sekda Belu ini juga menjelaskan bahwa dalam gedung tersebut diperkirakan dapat menampung 21 sampai 23 tempat tidur dan akan dipersiapkan secepatnya untuk segera digunakan bila diperlukan.
“Hari ini saya sudah perintahkan teman-teman dari Tim satgas covid-19 khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Satpol PP untuk segera menyiapkan tempat ini dengan berkerjasama bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Haliwen sehingga tempat ini sudah siap ketika ada pasien yang harus segera kita bawa kesini untuk isolasi,” pintanya.
Sementara itu, dr Ewalde Ratrugis selaku Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 3 Kupang Wilayah Kerja Pos Lintas Batas Darat Mota’ain menerangkan bahwa saat ini kantor tersebut akan dipakai untuk tempat isolasi pasien Covid-19 dengan gejala ringan.
Namun apabila pasien tersebut sudah masuk pada gejala berat Covid-19 maka akan dirujuk ke RSUD Mgr Gabriel Manek SVD Atambua.
“Persiapan penanganan Covid-19 di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kupang wilayah kerja Mota’ain di Haliwen ini untuk Sementara akan dipakai sebagai tempat isolasi pasien dengan gejala ringan covid-19. Ketika sudah masuk gejala yang berat maka kita akan rujuk ke RSUD Atambua,” imbuhnya
Dirinya pun menyatakan bahwa saat ini sudah ada beberapa tempat tidur yang mulai dipersiapkan bagi pasien gejala ringan covid-19 di Kabupaten Belu.***
Penulis – Ronny| Editor – Christovao Vinhas


