Kapolda Bali Dukung Program Penggunaan Kain Endek Tiap Hari Selasa dalam Pekan di Bali

15

DENPASAR, The East Indoesia – Kapolda Bali, Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra, mendukung Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang hari penggunaan busana adat Bali dan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021 tentang penggunaan kain tenun endek Bali atau kain tenun tradisional Bali. Program Gubernur Bali, Wayan Koster tentang penggunaan busana adat Bali dan busana kain tenun endek Bali akan diterapkan di lingkungan Polda Bali yang bertugas memberikan pelayanan publik.

Pemberitahuan rencana penggunaan busana adat Bali dan busana kain tenun endek Bali tersebut disampaikan Kapolda Bali ke jajarannya melalui surat telegram dengan nomor: ST/152/KEP./2021 tertanggal 19 Februari 2021. Penggunaannya sudah diatur secara jelas dalam surat telegram tersebut.

Baca juga :  Terungkap! Usai Kalah Perhitungan Cepat, Paket Sahabat Minta Data Perekaman e-KTP ke Disdukcapil Belu

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Syamsi membenarkan rencana penggunaan busana adat Bali dan busana kain tenun endek Bali di lingkungan Polda Bali. Dijelaskannya, yang menggunakan busana adat Bali dan busana kain tenun endek Bali adalah seluruh PNS Polri dan anggota polisi yang bertugas di fungsi pelayanan publik.

“Penggunaan busana adat Bali pada jam kerja setiap hari Kamis, Purnama dan Tilem. Sedangkan penggunaan busana kain tenun endek Bali pada jam kerja setiap hari Selasa dikecualikan jika bertepatan dengan Purnama dan Tilem,” kata Kabid Humas, Selasa (23/2).

Etika penggunaan busana adat Bali dan kain tenun endek Bali disesuaikan dengan nilai kesopanan, kesantunan, kepatutan dan kepantasan. Penggunaan busana adat Bali dan busana kain tenun endek Bali di Polda Bali akan dimulai pada tanggal 1 maret 2021. Menurut Kabid Humas, ada 7 poin terkait maksud dan tujuan dari penggunaan busana adat Bali dan kain tenun endek Bali.

Baca juga :  Tos Arak Bali, Gubernur Koster-Dubes Korsel Bahas Isu Infrastruktur, Ekoturisme Sampai Pertukaran Pelajar

Pertama, untuk menjaga dan memelihara kelestarian busana adat bali dalam rangka meneguhkan jati diri, karakter dan budi pekerti. Kedua, menyelaraskan fungsi busana adat Bali dalam kehidupan masyarakat sejalan dengan arah pemajuan kebudayaan Bali dan Indonesia. Ketiga, mengenali nilai-nilai estetika, etika, moral dan spiritual yang terkandung dalam budaya Bali untuk digunakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Keempat, kain tenun endek Bali atau kain tenun tradisional Bali merupakan warisan budaya kreatif masyarakat Bali yang wajib dilestarikan dan dilindungi serta digunakan dan diberdayakan sebagai jati diri masyarakat Bali yang berkarakter dan berintegritas.

Kelima, kain tenun endek bali telah dicatatkan sebagai kekayaan intelektual komunal ekspresi budaya tradisional. Keenam, menghormati dan mengapresiasi kain tenun endek Bali atau kain tenun tradisional Bali sebagai warisan budaya kreatif masyarakat Bali.

Baca juga :  Dandim Buleleng Bantu Warga Miskin Di Bontihing

Terakhir, secara aktif mempromosikan dan memasarkan kain tenun endek Bali atau kain tenun tradisional Bali dalam berbagai kegiatan lokal, nasional dan internasional guna meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Bali.(Axelle Dae).

Facebook Comments