Sunday, April 5, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jembatan Builalu Nyaris Putus, Eng Laka : Kita Akan Segera Tangani

ATAMBUA, The East Indonesia – Jembatan di Desa Builalu, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL atau yang biasa dikenal dengan nama jembatan Builalu yang mana jembatan tersebut langsung berhubungan dengan jalan Sabuk Merah Perbatasan mengalami kerusakan yang sangat parah dan nyaris putus. Kerusakan terjadi pada jalan pendekat (oprit) jembatan dan selubung untuk tiang pancang jembatan terkerus air.

Menanggapi kerusakan tersebut Pemerintah Daerah Belu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Belu berjanji akan segera menangani jembatan Builalu. “Kita akan segera tangani. Kita sudah lakukan survei dan kita sudah lakukan perhitungan untuk penanganan darurat. Besok kita minta persetujuan kepada Pimpinan, penjabat Bupati Belu. Kalau disetujui maka kita segera kerja,” pungkas Kepala Dinas PUPR Belu, Vincent K. Laka kepada media ini, Selasa (06/04/2021).

Pria yang akrab disapa Eng Laka ini menerangkan bahwa jembatan tersebut mengalami kerusakan pada jalan pendekat (oprit) jembatan dan juga selubung untuk tiang pancang jembatan yang terkerus air.

Karena itu, direncanakan untuk kembali memasang pengaman dengan menggunakan bronjong untuk selimut tiang pancang.

“Kita rencana pakai bronjong untuk selimut itu tiang pancang yang terkerus air. Harus segera dilakukan karena kita takut bila tidak diselimuti maka jika ada banjir susulan pasti jembatannya akan jebol,” tandas Kadis PUPR Belu.

Untuk diketahui sebelumnya diberitakan, dalam beberapa hari terakhir, hampir seluruh daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur tak terkecuali Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL terus diguyur hujan lebat dan banjir yang sangat besar di sungai-sungainya.

Akibatnya, jembatan Builalu mengalami kerusakan yang sangat parah dan nyaris putus.

Kerusakan yang paling parah terjadi pada ujung jembatan yang mana sambungan sertu dengan cor beton pada tiang paling ujung sudah terlihat bolong karena dikikis oleh banjir.

Hal ini membuat kendaraan roda empat dan selebihnya dilarang keras untuk melintasi lagi lewat jembatan tersebut.

Camat Lamaknen, Hironimus Mauluma saat dikonfirmasi awak media ini menjelaskan bahwa jembatan tersebut menghubungkan beberapa desa yang ada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Raihat dan Kecamatan Lamaknen, Selasa (06/04/2021).

Diujung jembatan tersebut langsung dipertemukan dengan jalan Sabuk Merah Perbatasan Negara RI-RDTL.

“Akibat dari hujan dan banjir pada beberapa hari ini membuat jembatan yang menghubungkan beberapa desa di Lamaknen dan Raihat nyaris putus. Pada ujung jembatan itu, banjir sudah kikis. Sambungan sertu dengan cor beton di tiang ujung itu sudah gantung. Kalau kendaraan besar roda empat melintas maka dipastikan akan roboh,” pungkasnya.

Melihat hal itu Camat Lamaknen dan Kepala Desa setempat sudah membuat larangan untuk kendaraan roda empat tidak diperbolehkan melintasi jembatan tersebut.

“Demi keselamatan bersama dan menghindari hal yang tidak diinginkan, kami sudah membuat larangan untuk kendaraan roda empat dan selebihnya tidak boleh lagi melintasi jembatan Builalu,” tandas pria yang akrab disapa Roni Mauluma.

Kerusakan pada jembatan tersebut pun sudah dilaporkan kepada Pimpinan Daerah Belu dalam hal ini Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM.

“Saya sudah laporkan kepada Penjabat Bupati Belu melalui WhatsApp dan beliau sudah respon untuk ditangani lebih lanjut oleh Dinas PUPR,” ujar Roni Mauluma.

Camat Lamaknen ini pun berharap agar Pemerintah Kabupaten Belu bisa segera menangani kerusakan yang ada sehingga arus tranportasi bagi warga di beberapa Desa sekitar tidak terkendala dengan keadaan jembatan Builalu tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten bisa segera menangani kondisi jembatan tersebut sehingga bisa digunakan sebagaimana biasanya,” pintanya.

Sementara itu, Penjabat Bupati Belu, Drs. Zakarias Moruk, MM melalui pesan WhatsApp menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan survei dan akan segera melakukan penanganan terhadap jembatan tersebut, Selasa (06/04/2021).

“Kita sudah lakukan survei untuk segera dilakukan penanganannya,” imbuhnya. (Ronny)

Popular Articles