167 KK di Tasain – Belu Dievakuasi Akibat Rumah Ambruk dan Rusak Berat Diterjang Banjir

26
PENGUNSI. Sebanyak 167 KK di sekitar wilayah Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu daerah Perbatasan Negara RI-RDTL dievakuasi ke gereja GMIT Motamaro dan gereja Bethel. Foto : Tim

ATAMBUA, The East Indonesia – Sebanyak 167 KK di sekitar wilayah Motamaro, Desa Tasain, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu daerah Perbatasan Negara RI-RDTL dievakuasi ke gereja GMIT Motamaro dan gereja Bethel.

Evakuasi ini dilakukan karena pada tanggal 3 sampai 4 April 2021 diterjang banjir bandang yang membuat beberapa rumah ambruk dan banyak rumah yang rusak berat.

Tidak hanya rumah tetapi perabot rumah tangga serta hewan peliharaan milik warga seperti sapi, unggas, babi dan sebagainya juga ikut diterpa banjir awalnya muncul pada malam hari tersebut.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belu, Balthazar Bouk saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Rabu (07/04/2021).

Baca juga :  Dandim Atim Lestarikan Safari Subuh Lewat Gerakan Saling Berbagi Ke Masyarakat

Dijelaskan bahwa akibat dari banjir bandang itu ada 167 KK yang terdampak bencana. Karena itu tindak lanjut Pemda Belu dalam hal ini BPBD dan beberapa OPD terkait sejak tanggal 4 April lalu hingga hari ini (07/04) telah dievakuasi ke gereja GMIT Motamaro dan gereja Bethel.

Namun dari 167 KK tersebut yang saat ini masih dievakuasi masih 105 KK yang mana di gereja GMIT ada terdapat 95 KK dan gereja Bethel terdapat 10 KK.

Sedangkan sisanya, 62 KK telah diijinkan kembali ke rumahnya masing-masing karena setelah disurvei telah layak untuk pulang.

“Ada 167 KK yang terdampak bencana. Namun hingga saat ini masih 105 KK yang masih dievakuasi sedangkan sisanya mereka sudah kembali ke rumah masing-masing karena kondisi yang kita lihat sudah layak untuk didorong pulang,” pungkas Balthazar Bouk.

Baca juga :  Kodim 0311/Pessel Dukung Operasi Yustisi

Kepala BPBD Belu ini juga menerangkan bahwa sejak kejadian tersebut banyak bantuan sandang dan pangan dari Pemerintah Kabupaten Belu maupun para donasi yang sudah dikerahkan untuk 167 KK yang terdampak tersebut.

“Saat ini mereka yang masih dievakuasi dan yang sudah pulang tetap diberikan pelayanan oleh Pemda Belu dan juga pihak donasi,” pintanya.

Berdasarkan informasi dari 167 KK di Desa Tasain yang terdampak banjir bandang tersebut total jiwa sebanyak 600 orang yang terdiri dari 280 laki-laki, 320 perempuan. Dari jumlah tersebut 70 orang lansia dan 91 balita. (Ronny)

Facebook Comments