Desa Bulian Kembangkan Ternak Lebah Madu

66
MADU. Desa Bulian Kembangkan Ternak Lebah Madu. Foto : Tim

SINGARAJA, The East Indonesia – Sebagai desa dengan wilayah yang subur, masyarakat Desa Bulian tidak hanya bergerak di sektor pertanian dan perkebunan, melainkan juga menggeluti sektor peternakan. Salah satu yang tengah dikembangkan oleh masyarakat desa yang terletak di Kecamatan Kubutambahan itu adalah ternak lebah madu.

Hal itu diungkapkan oleh I Made Sudira selaku ketua Kelompok Ternak Lebah Madu Sari Kembang Desa Bulian I Made Sudira ditemui saat sedang meninjau peternakan lebah milik anggota kelompoknya pada Rabu (28/4/2021).

Lebih jauh, Sudira menjelaskan dirinya bersama masyarakat melalui kelompok ini membudidayakan dua spesies lebah madu yaitu lebah madu rumahan dan lebah madu klanceng.

Melalui kelompok yang berdiri sejak tahun 2013 ini, pihaknya telah memiliki pangsa pasar yang luas di seluruh Bali. Ia mengaku madu produksinya banyak diburu karena murni dan tanpa campuran apapun.

Baca juga :  Jamin Keamanan Pemilu, Kapolda Bali Kumpulkan Bendesa Adat Dan Bhabinkamtibmas

“Dari luar Buleleng sudah banyak masyarakat yang datang langsung ke desa untuk membeli hasil produksi kami,” imbuh ketua kelompok yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Bulian itu.

Hasil dari menjual lebah madu rumahan dan klanceng, Sudira mengungkapkan penghasilan yang diperoleh bisa mencapai 300 ribu rupiah per botol 600 ml. Untuk lebah madu rumahan dapat dipanen beberapa kali sepanjang musim kemarau, sementara lebah madu klanceng dapat dipanen setiap 3 bulan sekali.

Namun, jumlah madu yang dihasilkan sangat terpengaruh cuaca, bila musim hujan maka lebah madu akan berhenti berproduksi untuk sementara. Selain itu, juga tergantung musim berbunga tanaman di sekitarnya.

“Pada saat jumlah bunga sebagai sumber nektarnya itu banyak, jumlah madunya akan bertambah, begitu juga sebaliknya” jelasnya.

Baca juga :  Hamdani Paparkan Isu Ekonomi Di Hadapan PNS Bali

Terkait teknis budidayanya, Sudira mengatakan lokasi budidayanya mengambil tempat pada areal rumah dan pekarangan warga anggota kelompok. Sedangkan untuk sarang lebahnya dapat menggunakan triplek atau papan bekisting untuk lebah madu rumahan, dan batang bambu untuk lebah klanceng.

Melalui pengembangan ternak lebah madu, Sudira berharap hal ini dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan bagi masyarakat Desa Bulian. Ke depannya, dirinya akan mengupayakan peningkatan baik dari segi permodalan maupun pelatihan teknis bagi para anggota kelompok bersinergi dengan dinas terkait di Kabupaten Buleleng.(Wis/adv).

Facebook Comments