Dinas PUPR Belu Kembali Perbaiki Jalan Secara Gratis Menuju Bandara Haliwen

79
PERBAIKAN. Dinas PUPR Belu Kembali Perbaiki Jalan Secara Gratis Menuju Bandara Haliwen. Foto : Tim

ATAMBUA, The East Indonesia – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu kembali memperbaiki jalan secara gratis menuju Bandara Haliwen.

Perbaikan ini tepatnya terjadi di Jalan Adisucipto – cabang bengkel PU – cabang menuju SD Ursulin Kelurahan Tenubot, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Selasa (08/06/2021).

Pantauan media ini, sejak pagi kendaraan-kendaraan yang akan digunakan untuk memperbaiki hingga mengaspal jalan sudah dikerahkan ke jalan tersebut.

Berbagai persiapan teknis dilakukan oleh petugas di lapangan. Hingga siang ini mulai terlihat pembersihan area jalan untuk dilakukan perbaikan hingga di hotmix.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Belu, Vincent K. Laka saat dikonfirmasi awak media ini menjelaskan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan bagian lanjutan dari kegiatan Trial HKS Base / Hot Roller Sheet Base (Uji coba aspal/hotmix) di Jalan Adisucipto – Cabang Bengkel PU – Cabang Menuju SD Ursulin.

“Maksud dari kegiatan ini adalah untuk menjawab keluhan warga belu terhadap kerusakan jalan menuju Bandara Haliwen. Kita Pemerintah ingin memberikan kenyamanan berkendaraan bagi warga belu dan pengguna jalan serta memperpanjang umur teknis jalan di area tersebut,” tuturnya.

Diterangkan bahwa uji coba aspal ini dilakukan dengan maksud untuk mengetahui kualitas produksi dari perusahaan yang ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan Jalan Kabupaten dimana AMP (Asphalt Mixing Plant) yang nantinya akan digunakan dalam pengerjaan jalan Kabupaten, pada Tahun Anggaran 2021.

“Sebagai tahap awal kita perlu mengetahui apakah aspal produk AMP itu masuk dalam klasifikasi teknis yang dipersyaratkan dalam kontrak pemenang tender. Kita akan lakukan uji laboratorium, yaitu uji kaitan dengan kadar aspal, kemudian kepadatan, uji gradasi dan uji ketebalan. Jadi masing-masing (perusahaan) AMP diminta untuk melakukan uji itu di laboratorium kita (PUPR Belu),” tandasnya.

Pria yang akrab disapa Eng Laka ini menjelaskan bahwa kegiatan trial tersebut sudah termasuk (dibiayai) dalam kontrak pelaksana pemenang tender pelaksana pembangunan Jalan Kabupaten
TA. 2021 yakni: PT. Intan Prima (pelaksana pembangunan Jalan Kabupaten Labur – Uarau) dan PT. Bahagia Timor Mandiri (pelaksana pembangunan Jalan Kabupaten Nenuk -Lookeu).

Baca juga :  Bupati Eka Launching Adaptasi Kebiasaan Baru menuju Tabanan Aman dan Produktif                            

Dari 2 ( dua) Perusahaan AMP tersebut, PT. Intan Prima telah melaksanakan trial trial sebanyak 50 Ton hotmix di ruas yang sama tanggal 21 April lalu.

“Karena itu pekerjaan ini merupakan gratis dan cuma-cuma kepada masyarakat Belu dengan paket pekerjaan HRS base rencana sepanjang 300 meter yang merupakan rencana panjang total setelah di trial oleh kedua perusahaan di ruas jalan Adi Sucipto ini,” pinta Eng Laka.

Khusus kegiatan hari ini (08/06), PT. Bahagia Timor melakukan trial sebanyak 50 Ton hotmix dengan panjang: 157 meter dengan tebal 3,5 cm sepanjang 30 meter dan 175 meter dengan tebal 2,5 cm. Total trial seluruhnya : 205 meter dari titik trial PT. Intan Prima yang telah ditrial pada bulan April yang lalu menuju ke cabang bengkel PU.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Belu melakukan perbaikan terhadap jalan menuju Bandara Udara A.A Bere Tallo Haliwen tepatnya dari cabang Kantor Perumahan Rakyat Belu sampai Taman Makan Pahlawan Seroja, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua.

Jalan ini sudah sekian lama menjadi menjadi keluhan masyarakat pengguna jalan yang melintas area tersebut. Padahal jalan tersebut selain ke Bandara Haliwen tetapi juga merupakan akses menuju Sabuk Merah Perbatasan dan arah menuju Perbatasan langsung Negara RI-RDTL di Mota’ain.

Pantauan media ini, Kadis PUPR, Vincent K. Laka sedang memantau langsung pekerjaan jalan yang beberapa tahun terakhir sudah mengalami kerusakan.

Dari area jalan dimaksud, saat ini yang sedang diperbaiki adalah jalan yang berada di depan Kantor Imigrasi Atambua sampai cabang Lesepu dimana kerusakannya paling parah.

Beberapa personil Dinas PUPR Belu juga terlihat sedang beraktifitas dan dua alat berat sedang melakukan pembersihan dan penggusuran jalanan serta pengupasan aspal tersebut.

Baca juga :  IMI Jateng Anugerahi Danrem 071/Wijayakusuma IMI Jateng Award 2020

Kepala Dinas PUPR Belu, Vincent K. Laka saat dikonfirmasi awak media ini menjelaskan pekerjaan jalan ini tanpa anggaran karena saat ini Pemerintah sedang fokus terhadap penanganan Covid-19 dan perbaikan ekonomi pasca pandemi Covid-19, Rabu (21/04/2021).

Meskipun tanpa anggaran tetapi pada awal tahun ini, dijelaskan bahwa ada beberapa paket jalan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikerjakan di Kabupaten Belu dan akan melakukan uji coba aspal atau trials aspal sehingga dimanfaatkan oleh dinas PUPR untuk memperbaiki jalan yang ditargetkan hanya dari area cabang Kantor Perumahan Rakyat Belu sampai cabang Ursulin Atambua.

“Kita sudah melakukan perhitungan jaraknya 100 meter lebih. Jalan ini kita kerjakan tanpa adanya anggaran. Kita memakai uji coba aspal dari paket pekerjaan jalan DAK di Labur-Uarau dan Nenuk-Lo’okeu,” pungkas pria yang akrab disapa Eng Laka.

Kadis PUPR Belu ini menerangkan bahwa sesungguhnya area jalan tersebut mulai dari cabang Sentral Atambua sampai cabang Bandara Haliwen sudah dikerjakan pada dua tahun yang lalu. Belum sempat dilakukan pembebasan lahan, muncullah pandemi Covid-19 yang membuat Pemerintah memfokuskan anggaran pada penanganan Covid-19.

Waktu itu, jalan ini direncanakan diperluas untuk dibuat dua jalur karena merupakan akses jalan yang strategis.

Perbaikan jalan ini menjadi salah satu akses utama yang perlu dibenahi sebagaimana sesuai janji Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam kunjungam peresmian Bendungan Rotiklot.

“Sebenarnya rencana perbaikan jalan ini dari area cabang Sentral Atambua sampai Bandara Haliwen sudah dilakukan pada 2 tahun yang lalu. Direncanakan untuk memperluas jalan ini dan membuat dua jalur. Hanya saat covid-19 masuk, pembebasan lahan yang menjadi awal untuk clear and clean rencana pengembangan jalan ini, dibatalkan. Sehingga kondisi jalan ini semakin hari semakin rusak,” tandas Eng Laka.

Baca juga :  Pemda Respon Cepat Warga Fatubenao Keluhkan Akses Jalan, DPRD Belu Tegaskan Itu Kewajiban

Kadis PUPR Belu ini pun menuturkan karena tanpa anggaran maka perbaikan jalan ini direncanakan hanya di sepanjang area cabang Kantor Perumahan Rakyat Belu sampai Taman Makam Pahlawan Seroja. Namun tentunya saat ini belum sepenuhnya akan dibenahi.

Karena itu, Kadis PUPR Belu ini berjanji apabila setelah di refocusing anggaran untuk covid-19 dan masih ada pekerjaan pengaspalan jalan maka ujicoba aspal akan dilakukan lagi di area tersebut.

Selain itu, pihaknya pun akan mencoba meminta kepada pihak Kementerian PUPR yang sedang melakukan pekerjaan jalan Sabuk Merah Perbatasan dan jalan Nasional untuk melakukan uji coba aspal di area cabang Kantor Perumahan Rakyat Belu sampai Taman Makam Pahlawan Seroja.

Kadis PUPR Belu ini pun berharap agar pada kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Belu yang baru dapat kembali mengalokasikan dana untuk membuat jalan yang lebih bagus.

“Kita berharap setelah kita melakukan trials aspal tersebut, mungkin di kepemimpinan yang baru ini dapat mengalokasikan anggaran agar membuat jalan ini lebih bagus. Jadi untuk sementara dalam mengurangi resiko kecelakaan dan memperlancar arus lalu lintas, kita gunakan saja uji coba aspal ini,” pintanya.

Eng Laka juga berharap kepada masyarakat yang pemukimannya berada di sekitaran area jalan cabang Kantor Perumahan Rakyat Belu sampai Taman Makam Pahlawan Seroja untuk pembuangan airnya tidak lagi diarahkan ke jalanan sehingga jalan yang diperbaiki dapat bertahan lama.

“Kita harap masyarakat sekitar tidak lagi membuat pembuangan air ke arah jalan sehingga jalan yang diperbaiki bisa bertahan lama,” imbuhnya.

Kadis PUPR Belu ini pun mengungkapkan bahwa sebenarnya banyak akses yang masih perlu ditangani dan dibenahi oleh Dinas PUPR Belu namun sudah dua tahun berturut-turut ini memiliki keterbatasan anggaran akibat difokuskan pada penanganan dan perbaikan ekonomi dari pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa melayani masyarakat secara maksimal. (Ronny)

Facebook Comments