Kemendikbudristek Dorong Kemitraan Pendidikan dengan Industri Lewat Program Praktik Kerja Lapangan dan Coaching Clinic Super Tax Deduction

183
DIRJEN. Direktur Jenderal Diksi, Wikan Sakarinto. Foto : Tim

CILEGON, The East Indonesia – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diksi, Kemendikbudristek) memfasilitasi kemitraan pendidikan vokasi, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) di kawasan industri untuk mendorong dan mendukung SMK lewat praktik kerja lapangan (PKL) bagi para peserta didik. Dukungan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara sejumlah SMK dengan perusahaan di kawasan industri, di Cilegon, Rabu (30/6/2021).

Adapun penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan antara 1) PT PEMI dengan SMK Jaya Buana, SMKN 4 Kabupaten Tangerang, SMK Al Badar, SMK Al Falahiyah; 2) PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon dengan SMKN 1 Cilegon; 3) PT Belindo dengan SMKN Insan Madani, SMKN 8 Kabupaten Tangerang, SMK Al Hikmah Curug; dan 4) PT. Trend And Fasion dengan SMKN 12 Kabupaten Tangerang dan SMK Karya Pembangunan Jambe.

Baca juga :  Kemendikbud Selenggarakan Kemah Karakter Virtual Anak Indonesia

Direktur Jenderal Diksi, Wikan Sakarinto mengatakan, program ini merupakan tindak lanjut penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan Himpunan Kawasan Industri (HKI) tentang peningkatan kompetensi sumber daya manusia pendidikan vokasi, Juli 2020 lalu.

“Realisasinya, Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri telah menetapkan empat SMK yang berfungsi sebagai pangkalan data kemitraan di empat kabupaten yang memiliki Kawasan Industri,” terang Dirjen Wikan. Dilanjutkannya, keempat SMK tersebut akan mengawali dan memfasilitasi kegiatan kerja sama antara DUDI di kawasan dengan SMK di sekitar.

Dirjen Wikan menegaskan, pendidikan vokasi merupakan bagian penting sistem pendidikan nasional yang strategis untuk mewujudkan sumber daya manusia dan tenaga kerja berkualitas. “Paradigma pendidikan vokasi dengan industri harus berubah. SMK tidak hanya menyiapkan lulusan saja, begitu pun industri tidak saja sebagai penerima lulusan, namun keduanya diharapkan aktif merencanakan dan menyiapkan peserta didik agar kompeten,” tutur Dirjen Wikan.

Baca juga :  Prajurit Satban, laksanakan Praktek Peran Helly Deck Party

“Artinya menyiapkan bersama dengan pendidikan vokasi untuk menciptakan lulusan vokasi yang siap dan sesuai kebutuhan industri,” tambah Dirjen Wikan.

Dirjen Wikan berharap kemitraan ini membawa semangat bagi DUDI di kawasan industri di seluruh Indonesia untuk membuka peluang baru kemitraan dengan SMK, sehingga akan menguatkan dan mengembangkan kolaborasi baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang antara SMK dengan DUDI.

“Paket kebijakan link and match yang dikemas dalam 8+i wajib dilaksanakan. Ini merupakan kegiatan wajib dengan menghadirkan komitmen industri ke sekolah,” kata Wikan.

Pada kesempatan ini, digelar pula Coaching Clinic Super Tax Deduction yang menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan, yang bertujuan untuk memperdalam lagi pemahaman pihak DUDI terhadap pemanfaatan Super Tax Deduction yang terbit melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 128 Tahun 2019.

“Sosialisasi Super Tax Deduction ini akan gencar kita laksanakan di kawasan-kawasan industri agar semakin banyak lagi DUDI yang hadir memberikan komitmennya dalam dukungan penyelenggaraan pendidikan vokasi,” tambah Wikan.

Baca juga :  Kemendikbud Gandeng Sektor Swasta Berikan Modul Pendidikan Jarak Jauh Luar Jaringan Jenjang Sekolah Dasar Bagi Siswa, Guru, dan Orang Tua

Kepala Bidang Penguatan Kelembagaan dan Kerja Sama Industri, Kemenko Bidang Perekonomian, Hitono Prio, mengapresiasi kegiatan ini. “Kegiatan ini salah satu bentuk komitmen penuh pemerintah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia melalui pengembangan pendidikan vokasi. Kami akan terus mengawal kegiatan serupa, agar kebijakan pemerintah dapat benar-benar dirasakan bagi semua pihak, baik pihak DUDI dan SMK,” ungkap Hitono.

Terakhir, Wikan menyatakan akan terus mengajak himpunan kawasan industri di Indonesia dan semua pihak untuk mendukung penuh peningkatan kompetensi SDM Vokasi. “Industri sudah bergerak cepat dengan tuntutan dunia. Kami mohon, ajaklah kami mengikuti perubahan tersebut. Bantu kami, agar lulusan pendidikan vokasi dapat menjawab tantangan dan kebutuhan industri,” pungkas Dirjen Wikan.*

Editor|Christovao

Facebook Comments