JAKARTA, The East Indonesia – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026, suasana semangat dan kebersamaan terasa di halaman kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, pada Kamis (30/4). Di tengah padatnya agenda, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyempatkan hadir meninjau latihan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang akan bertugas pada upacara Hardiknas tanggal 2 Mei 2026.
Sejumlah murid yang mengikuti latihan Paskibra merupakan penerima Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), program bantuan pendidikan dari Kemendikdasmen melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik). Program ini memberikan kesempatan bagi peserta didik lulusan SMP/MTs sederajat dari Papua, daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), dan anak pekerja migran (Repatriasi) untuk memperoleh akses pendidikan menengah yang lebih luas dan berkualitas.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyapa para murid satu per satu, berbincang ringan, sekaligus memberi semangat kepada mereka yang telah menjalani proses seleksi dan latihan selama beberapa hari terakhir.
“Melihat anak-anak dari berbagai daerah berkumpul di sini adalah gambaran nyata semangat Indonesia. Mereka datang dengan latar belakang yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh cita-cita yang sama, yaitu belajar, berkembang, dan memberikan yang terbaik untuk bangsa,” ujar Menteri Mu’ti.
Ia menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum untuk mengingat bahwa pendidikan harus membuka kesempatan bagi seluruh anak-anak Indonesia tanpa terkecuali.
“Di balik latihan Paskibra ini ada mimpi-mimpi besar anak Indonesia. Ada semangat untuk maju, ada harapan dari keluarga dan daerah asal mereka. Tugas kita bersama memastikan pendidikan yang bermutu bisa dirasakan seluruh anak Indonesia, di mana pun mereka berada,” tuturnya.
Barisan pelajar dari berbagai daerah tampak berlatih dengan penuh disiplin. Mereka datang membawa cerita, perjuangan, dan harapan dari daerah masing-masing, mulai dari Papua, Mentawai, hingga anak-anak Indonesia yang sebelumnya bersekolah di Sabah, Malaysia.
Salah satu peserta Paskibra yang bernama Abbel Christboy Juserial Jufuway, siswa kelas XI asal Kota Jayapura, Papua, yang kini bersekolah di SMAN Krida Nusantara, Kota Serang, Banten melalui program ADEM, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari upacara Hardiknas tahun ini.
“Saya merasa bangga karena bisa mewakili teman-teman pelajar dari seluruh Indonesia. Hari Pendidikan Nasional bagi saya sangat berarti, apalagi saya dipercaya menjadi salah satu petugas upacara,” ujar Abbel.
Cerita serupa datang dari siswi SMA Negeri 3 Padang asal Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Dea Novita Saule bahwa Hardiknas menjadi pengingat atas perjuangan panjang menghadirkan pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa. “Hari Pendidikan Nasional mengingatkan kita tentang perjuangan para pendahulu agar anak-anak Indonesia, termasuk yang ada di pelosok, bisa mendapatkan pendidikan secara merata,” tutur Dea.
Tak hanya itu, Dea berharap kualitas pendidikan Indonesia terus meningkat, baik dari sisi fasilitas maupun program yang mendukung peserta didik. “Semoga pendidikan di Indonesia semakin terus berkembang dan semakin banyak lagi program yang membantu anak-anak Indonesia yang berada pada wilayah 3T agar bisa maju,” ujarnya.
Sementara itu, siswi SMA Binaul Ummah, Kuningan, Jawa Barat, Nani Asmira, yang sebelumnya menempuh pendidikan di Community Learning Center (CLC) Sabah, Malaysia, mengatakan bahwa kesempatan mengikuti pendidikan di Indonesia melalui program ADEM menjadi pengalaman yang sangat berarti.
“Sekolah Indonesia di Malaysia masih terbatas, sehingga kami diberi kesempatan untuk belajar di Indonesia dengan fasilitas yang lebih baik. Saya bersyukur bisa mendapatkan kesempatan ini,” ungkapnya.
Nani menyampaikan bahwa Hari Pendidikan Nasional juga menjadi pengingat atas perjuangan menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. “Berkat perjuangan Bapak Ki Hadjar Dewantara, pendidikan sekarang bisa dinikmati lebih luas. Semoga pendidikan di Indonesia terus berkembang dan fasilitas di daerah-daerah juga semakin baik,” ungkapnya.(*)


