Tingkatkan Ekonomi Rakyat, Badung Luncurkan Aplikasi Bago

31
FOTO : Bupati Badung Nyoman Giri Prasta (3 dari kanan( saat peluncuran Bago,Sabtu(28/8).(tim)

BADUNG, The East Indonesia – Ketua DPRD Kabupaten Badung Putu Parwata bersama Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menghadiri peluncuran aplikasi Badung Go (Bago), Sabtu (28/8/2021) di Desa Ayunan, Abiansemal – Badung. Menurut Parwata, Pemkab Badung dan seluruh pejabatnya memiliki rasa tanggung jawab yang besar, baik dia sebagai jabatannya di pemerintahan atau secara pribadinya, sebagai kader partai, dan sebagai orang Bandung. Parwata mengakui dirinya sebagai pejabat daerah juga ditugaskan oleh partai untuk mengembangkan ekonomi rakyat. Begitu pula Bupati Badung, baik sebagai bupati maupun kader partai. “Ibu Megawati memberikan tugas kepada kita untuk turun ke masyarakat, bantu masyarakat, menumbuhkan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Menurut Parwata, persoalan yang dihadapi saat ini adalah pandemi Covid19 dan ekonomi, banyak tenaga kerja di-PHK. Lalu apa langkahnya. Langkah yang diambil berasal dari ide besar dengan meluncurkan aplikasi Bago. Aplikasi ini bertujuan untuk Badung harus tetap tumbuh dan bergerak dengan ekonomi kerakyatan. Modelnya adalah ekonomi kerakyatan. Bertumbuh bersama, bergerak bersama. Ini adalah aplikasi E-commerce berbasis rakyat.

Baca juga :  Majukan Army Mart, Korem 081/DSJ Siap Gandeng Trans Mart, BRI Dan Bulog

Aplikasi ini hadir untuk bergerak bersama, membangun ekonomi kerakyatan dengan semangat gotong-royong. Pemerintah bersama dengan masyarakat, membangung ekonomi kerakyatan. Untuk itulah aplikasi E-commerce bernama Bago ini muncul sebagai program inovasi berbasis digital. Bago ini hadir untuk membangkitkan perekonomian masyarakat Kabupaten Badung. “Jadi bedanya dengan aplikasi yang lain adalah bahwa aplikasi ini totalitas yang memfasilitasi, memberikan modalnya, memfasilitasi sarana prasarananya, termasuk motornya, mengakses ke bank dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ada 62 Desa di Badung yang akan mendapatkan bantuan setelah peluncuran aplikasi Bago. Satu kecamatan akan diberikan 5 sepeda motor. Nanti drivernya akan diupayakan orang asli di desa yang bersangkutan. Hal ini sudah dimulai dengan pemberian 5 motor di Desa Ayunan. Kemudian pemerintah terus mendorong ekonomi ini tumbuh sehingga setiap desa dari 62 desa mulai dari Desa Ayunan akan terus bergerak ke desa lainnya. Minimal perdesa 5 motor dan dioperasikan oleh warganya sendiri.

Baca juga :  Wabup Belu : Saya Belum Bisa Bicara Janji Karena Belum Dianggarkan

Persaingan tentu saja terjadi. Itulah risiko bisnis online. Prinsipnya, ekonomi itu tumbuh apabila ada manusia yang bergerak. Ekonomi tumbuh dengan kegiatan kemasyarakatan, dengan demikian masyarakat yang tumbuh dan mandiri setiap desa. Jadi aplikasi hadir dengan sebuah konsep yang jelas, bersama-sama dengan pemerintahan. Itulah bedanya dengan aplikasi yang lain, yang hadir mandiri, sementara Bago hadir atas inisiatif bersama antara masyarakat dan pemerintah, bergotong-royong mengentaskan kemiskinan.

Sementara Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, Bago itu adalah gerakan dari, oleh dan untuk masyarakat. Kontennya adalah perputaran ekonomi di Badung yang langsung berada di desa. “Yang membuat kami bangga adalah aplikasi ini menjadi tuan di rumahnya sendiri. Usaha ini dilakukan oleh masyarakat, bertumbuh di tengah masyarakat, membangkitkan ekonomi langsung oleh masyarakat sendiri,” ujarnya. Aplikasi ini akan menjadi wadah bagi UMKM di Badung agar bisa dikerjasamakan dengan BUMDES, BUMDA di seluruh Badung. “Keunggulan dari aplikasi ini adalah menjadi tuan di rumah sendiri,” ujarnya.(Axelle Dhae)

Facebook Comments