ATAMBUA, The East Indonesia – Dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia menangani masalah Covid-19, Pemerintah Kabupaten Belu dibawah kepemimpinan Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM pun gencar menggelar berbagai kegiatan untuk melakukan vaksinasi bagi masyarakat Belu.
Hingga kemarin, Selasa (14/09/2021) berdasarkan data satgas covid-19 kabupaten Belu, sebanyak 48.178 masyarakat di kabupaten Belu yang telah melakukan vaksin dosis I atau presentasinya sekitar 34,1%.
Data ini menunjukkan masih banyaknya masyarakat di kabupaten Belu yang belum melakukan vaksinasi covid-19.
Karena itu, untuk mendukung program vaksinasi covid-19 yang dilakukan oleh Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH., FINASIM dan Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, MM, Kepala Desa Makir, Bonifasius Hale Mau pun melakukan beberapa strategi yang dipersiapkan agar masyarakat di desanya bisa melakukan vaksinasi covid-19.
Pasalnya hingga saat ini, dari 2081 Warga Desa Makir, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, yang divaksin covid-19 belum mencapai 100 orang.
“Dalam mendukung program pemerintah pusat khususnya pemerintah daerah Belu, saya selaku Kepala Desa Makir sudah menyiapkan beberapa strategi agar masyarakat saya bisa divaksinasi covid-19,” pungkasnya.
Pria yang akrab disapa Boni Hale ini kemudian menerangkan salah satu strateginya yaitu bagi warga Makir yang akan mendapatkan pembagian bantuan dari Pemerintah, diwajibkan untuk terlebih dahulu melakukan vaksinasi covid-19.
“Kita harus menerapkan beberapa strategi. Salah satunya hari ini ada pembagian BLT di Desa kami. Saya mewajibkan masyarakat saya untuk melakukan vaksinasi covid-19 dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi agar masyarakat paham tentang pentingnya divaksinasi covid-19,” tandas Kades Makir saat dihubungi awak media The East Indonesia melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (14/09/2021).
Menurut Kades, kesadaran warga Desa Makir untuk divaksin masih sangat kurang. Oleh karena itu dirinya mengambil langkah sebagai strategi agar warga Desa Makir dapat divaksin.
“Kesadaran masyarakat Desa makir untuk vaksin ini kan kurang, sangat minim. Saya mendapat keluhan dari petugas Puskesmas bahwa data untuk peserta vaksin ini sangat minim. Oleh karena itu saya mengambil satu langkah intervensi saat pembagian BLT hari ini kita sisipkan dengan vaksin. Kita lakukan ini untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat vaksinasi,” ungkap Kades.
Masyarakat khususnya di Makir harus tahu bahwa vaksinasi covid-19 merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia dalam menangani masalah covid-19 yang mana dengan vaksinasi dapat menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) agar masyarakat menjadi lebih produktif dalam menjalankan aktivitas kesehariannya.
“Vaksinasi covid-19 ini juga berfungsi untuk mencegah penularan ataupun untuk mencegah seseorang yang sudah tertular agar tidak mengalami gejala yang buruk akibat terinfeksi virus Corona,” urai Boni Hale.
Ditambahkan pula bahwa, vaksinasi covid-19 terhadap warga Desa Makir yang berlangsung hari ini saat pembagian BLT di kantor Desa Makir atas kerjasama pemerintah Desa Makir dengan Puskesmas Dilumil.
Penyuntikan vaksin sendiri langsung dilakukan oleh petugas Medis Puskesmas Dilumil dengan jenis vaksin AstraZeneca dosis pertama.
“Hari ini yang vaksin 87 peserta penerima BLT dan masyarakat lain yang atas kesadaran mau vaksin 60-an orang sehingga kurang lebih 150-an orang,” terang Kades.
Kepala Desa Makir, Boni Hale mengungkapkan bahwa kegiatan vaksinasi ini akan terus berlangsung saat pembagian bantuan lainnya bagi warga Desa Makir sehingga dapat membantu pemerintah dalam upaya mempercepat penanganan covid-19 dan aktivitas masyarakat pun dapat kembali berjalan normal.
“Selain kita sosialisasi untuk menyadarkan warga agar secara sadar dan mau vaksin, kita akan syaratkan juga saat pembagian bantuan Pemerintah sehingga penanganan covid-19 bisa cepat diatasi,” tuturnya.
Penulis|Rony|Editor|Christovao


