DENPASAR, The East Indonesia – Pemprov Bali bersinergi dengan seluruh instansi terkait di Bali bekerja sama dalam menekan angka penularan dan deteksi dini Covid19. Seluruh stakeholder di Bali dilibatkan dalam upaya penekanan dan deteksi dini penyebaran Covid19 di Bali.
Sekretaris Satgas Penanganan Covid19 Bali Made Rentin mengatakan, angka penularan atau temuan kasus baru sudah terus menurun dalam dua bulan terakhir. “Ini berkat kerjasama semua pihak di Bali, mulai sektor pariwisata, perhubungan, unsur pemerintah, Satgas, relawan, Polri,TNI, Nakes yang bekerja siang malam di Bali dalam melawan Covid19. Hasilnya sudah bisa kelihatan sekarang. Sampai kemarin, penambahan kasus positif tinggal 4 orang. Semoga terus satu digit atau bahkan zero sampai akhir tahun nanti,” ujarnya di Denpasar, Rabu (17/11/2021).
Menurut Rentin, dengan hasil ini jangan sampai Bali lengah. Jangan sampai masyarakat lengah dan berpikir bahwa Covid19 sudah selesai. Masyarakat harus tetap disiplin. Disiplin itu harus ditanam terutama bagi diri sendiri, keluarga terdekat dan lingkungan sekitar. Disiplin itu terkait dengan penerapan protokol kesehatan, seperti pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, sedapat mungkin menghindari kerumunan, menerapkan pola hidup sehat. Menjaga pola makan, pola istirahat, olahraga dan seterusnya. “Kita akan hidup berdampingan dengan Covid19. Jangan sampai lengah,” ujarnya.
Sementara Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau yang biasa dipanggil Cok Ace mengatakan, jika Bali telah berupaya serius dalam memudahkan pelacakan penyebaran Covid-19.
“Salah satunya adalah pemasangan aplikasi PeduliLindungi di Bali yang ada di seluruh fasilitas umum di Bali baik di lingkungan pemerintah maupun swasta,” ujarnya. Seluruh masyarakat menggunakan sistem digital yaitu Aplikasi Peduli Lindungi. Sampai saat ini Aplikasi PeduliLindungi terdaftar dan terinstal di 737 hotel, 241 restoran; 125 tempat wisata, dan 92 Mal/Supermarket. Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di Fasilitas Umum yang telah menginstal aplikasi PeduliLindungi adalah 9.322 titik. Jadi masyarakat yang mengunjungi fasilitas umum untuk berbagai kepentingan diminta segera mengikuti proses yang ada.
Menurut Cok Ace, Bali saat sudah dalam kondisi siap menerima kunjungan wisatawan. Persiapan tersebut sudah dilakukan sejak tiga bulan yang lalu dan berstandar internasional. Bali telah menyiapkan 53 hotel di kawasan Sanur, Ubud, Nusa Dua dan Tuban. Bali juga telah menyediakan persyaratan sebagai tempat karantina. Persyaratan negara yang bisa datang ke Bali harus memenuhi kualifikasi yakni Laporan WHO terkait dengan tingkat kepositifan < 5%, jumlah kasus terkonfirmasi < 20 per 100.000 populasi, kesiapan infrastruktur Bali untuk menerima wisatawan asing, Pengaturan TCA (Pengaturan Koridor Perjalanan) / MRA (Perjanjian Pengakuan Bersama), potensi kunjungan dan pertumbuhan wisman yang tinggi dari dalam negeri dan tersedianya penerbangan langsung ke Indonesia.
Sedangkan persyaratan untuk wisatawan yaitu divaksinasi lengkap, menampilkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan tes RT PCR, dapatkan izin visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya ke Bali, Indonesia, Tunjukkan bukti booking hotel karantina dan akomodasi lanjutan serta transportasi wisata yang telah diverifikasi oleh CHSE (pengantaran dari bandara ke hotel karantina), memiliki asuransi kesehatan senilai minimal USD 100.000 yang dapat menanggung kasus COVID-19 dan Bersedia menjalani proses karantina selama 3 hari 2 malam
“Sampai saat ini saya ingin meyakinkan seluruh masyarakat internasional bahwa orang yang divaksinasi di Bali sudah tinggi (pekerja pariwisata 100%). Penerapan standar CHSE di fasilitas pariwisata dan fasilitas umum lainnya.Disiplin masyarakat Bali untuk menerapkan protokol kesehatan tertinggi di Indonesia (92%) menurut survei Kementerian Kesehatan RI. Untuk itu saya berharap masyarakat internasional yakin dan percaya terhadap Bali, dimana Bali aman untuk dikunjungi”, pungkasnya.***
Editor – Axelle Dhae


