Sepi Turis Asing, Bali Perlu Strategi Baru Menuju Pariwisata New Era

15
Suasana di Bandara Ngurah Rai Bali. FOTO - IST.

DENPASAR, The East Indonesia – Pintu pariwisata Bali sudah dibuka bagi turis asing sejak sebulan yang lalu. Namun sampai hari ini kunjungan turis asing ke Bali belum kelihatan tanda-tanda akan bertumbuh. Penerbangan langsung dari 19 negara yang diizinkan ke Bali juga tidak menimbulkan dampak positif bagi pariwisata Bali. Saat ini Bali didominasi oleh wisatawan domestik. Mereka berasal dari banyak kota besar di Indonesia.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, Bali adalah provinsi yang sangat tergantung dengan pariwisata. Sebagai provinsi yang sangat bergantung pada sektor pariwisata yang sebelum COVID-19, berkontribusi terhadap perekonomian Bali 53% dan rata-rata lebih dari 1 juta pekerja bekerja di sektor pariwisata dari penduduk Bali 4,2 juta orang. “Tentu saja, COVID-19 telah memberikan waktu yang sulit dan sulit bagi Bali. Kunci untuk memulihkan sektor Pariwisata dan Ekonomi di Bali di Pandemi COVID -19 adalah memulihkan sektor Kesehatan terlebih dahulu,” ujarnya di Denpasar, Rabu (17/11/2021).

Baca juga :  Delapan Mega Proyek Nasional akan Dikerjakan di Bali Tahun 2018

Dominasi Wisdom ke Bali saat ini menjadi aset tersendiri. Cok Ace mengatakan bahwa saat ini Bali telah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 (menggunakan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan). Selain itu, dalam menangani Covid-19, Pemprov Bali juga telah menyiapkan 62 rumah sakit yang direkomendasikan untuk kasus COVID-19. Untuk itu diperlukan koordinasi yang solid antar semua tingkat pemerintahan, Pemerintah Pusat (Jakarta) dengan Bali (tingkat Provinsi dan didukung dengan tingkat kabupaten/kota dan desa) dan sampai sekarang Pemprov Bali selalu menjalin koordinasi dengan baik dengan seluruh pihak.

Bali telah mempercepat program vaksin COVID-19 untuk menciptakan herd immunity (70% masyarakat Bali) yang menargetkan 3.405.130 orang. Per 11 November 2021, komunitas yang divaksinasi fase 1 adalah 100.64% dan fase 2 adalah 87,28%. Ada kerjasama yang terintegrasi dengan TNI/Polri, Swasta dan institusi pariwisata. Sasaran vaksinasi adalah tenaga kesehatan, pekerja publik, orang lanjut usia, serta remaja (12 tahun hingga 17 tahun).

Baca juga :  Banyak Praktek Ilegal, Money Changer Bali Terburuk Di Dunia

Selain itu, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan para wisman maka Sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan untuk kesiapan fasilitas pariwisata telah dilakukan. Industri Pariwisata Bali seperti hotel, agen perjalanan, transportasi pariwisata termasuk atraksi wisata telah menerima sertifikat CHSE untuk memastikan klien/tamu mereka akan memberikan keramahan dalam adaptasi protokol kesehatan. Ada 1.576 fasilitas pariwisata yang telah mendapatkan sertifikat CHSE. Jumlah ini terus meningkat, karena Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengalokasikan 1.200 kegiatan CHSE, 200 untuk hotel dan 1.000 untuk bisnis non-hotel di Bali.

Bali memiliki banyak tempat wisata alam terbuka yang akan disukai oleh para wisatawan. “Bali memiliki pantai yang bersih dan indah seperti Sanur di Denpasar, Pantai Virgin di Karangasem atau pantai kawasan Nusa Dua di Kabupaten Badung. Wisatawan dapat melakukan kegiatan di luar ruangan, seperti jalan-jalan dan belajar budaya dan kehidupan tradisional Bali di desa wisata/wisata berbasis masyarakat Kami memiliki Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli yang dikenal sebagai desa terbersih di dunia dan Pinggan Sunrise Spot yang terletak di atas bukit di mana Anda dapat melihat matahari naik di atas desa berkabut. Tempat wisata ini juga menerapkan standar CHSE,” ujarnya.

Baca juga :  TP-PKK Buleleng Gelar Bazzar UMKM Asli Buleleng

Selain tempat-tempat wisata tersebut, tentunya Bali menawarkan kepada mereka tempat-tempat belanja dimana mereka dapat menemukan produk-produk lokal. Dan dalam situasi Pandemi, kreativitas masyarakat Bali semakin meningkat. Bali sudah mulai menggalakkan tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif atau produk ekonomi berbasis inovasi dan ide-ide baru masyarakat setempat. Strategi lain adalah Bali mengemas pariwisata terbuka, atraksi di tempat terbuka. Tujuannya adalah memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.***

Editor – Axelle Dhae

Facebook Comments