Tuesday, June 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Pelayanan VoA Jelang Bebas Karantina hanya untuk 23 Negara

DENPASARA, The East Indonesia – Bali akan menerapkan bebas karantina pada Senin (7/3/2022). Jelang penerapan bebas karantina tersebut, Pemprov Bali sudah berkoordinasi dengan pusat soal pemberlakukan pelayanan visa on arrival (VoA) melalui pintu masuk Bali. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, hasil koordinasi dengan pemerintah pusat dan dengan seluruh stakeholder lainnya, pelayanan VoA hanya diberlakukan bagi 23 negara saja. “Kami sudah mengusulkan dalam sebuah rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder kementerian dan lembaga. Termasuk soal pemberlakukan pelayanan VoA bagi PPLN yang akan datang ke Bali. Tentu saja penentuan negara-negara yang akan mendapatkan pelayanan VoA yang akan datang ke Bali sudah dipertimbangkan secara matang oleh pusat,” ujarnya di Denpasar, Sabtu (5/3/2022).

Koster menjelaskan, hanya 23 negara yang direkomendasi untuk mendapatkan pemberlakuan pelayanan VoA. Negara-negara tersebut adalah Australia, Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Belanda, Perancis, Qatar, Jepang, Korsel, Kanada, Italia, Selandia Baru, Turki, Uni Emirat Arab, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Filipina. Dari data tersebut jelas terlihat bahwa seluruh negara di Asean mendapatkan pemberlakuan pelayanan VoA. Sisanya tersebar di Eropa, Amerika, Timur Tengah, Asia. Tidak semua negara mendapatkan pemberlakuan pelayanan VoA. Dalam pelayanan VoA tersebut, pemerintah pusat juga melarang dengan keras kewajiban adanya sponsor Bisa atau penjamin adanya permintaan e-Visa. “Pemerintah mencabut kewajiban adanya sponsor Visa atau penjamin permintaan e-Visa,” tegasnya.

Selain pemberlakuan pelayanan VoA jelang bebas karantina, Pemprov Bali juga akan memperketat pemberlakuan Prokes dan mempercepat vaksinasi boster hingga 30% dalam sepekan ke depan. Untuk mempercepat hal tersebut, Pemprov Bali menginstruksikan vaksinasi boster berbasis Banjar atau desa adat dan komunitas. Seluruh sumber daya Nakes, TNI, Polri, relawan, akan dikerahkan untuk melakukan vaksinasi boster. Stok vaksin sangat cukup untuk menjangkau seluruh warga Bali dan warga yang tinggal di Bali. “Kita kebut boster dalam 7 hari ke depan mulai hari ini, Sabtu (5/3/2022). Target 30% warga Bali di-Boster. Boster jadi syarat pelayanan administrasi berbasis desa dan kelurahan serta instansi pemerintah,” ujarnya.

Editor|Arnold Dhae

Popular Articles