DENPASAR, The East Indonesia – Bali masuk dalam 8 provinsi di Indonesia dengan kasus positif yang sangat melandai. Sementara 15 provinsi lainnya dengan kasus positif yang terus menurun secara konsisten dalam seminggu terakhir. Sekretaris Satgas Penanganan Covid19 Bali Made Rentin mengatakan, sudah seminggu terakhir kasus positif di Bali secara konsisten terus menurun. “Kasus kita terus menurun. Dan ini terjadi secara konsisten lebih dari satu pekan terakhir. Bahkan angka penurunan juga drastis. Seluruh tim akan bekerja keras untuk terus menurunkan kasus positif di Bali dengan perketat Prokes, tracing, testing, treatment. Positif bergejala langsung dievakuasi ke Isoter atau kalau punya gejala berat langsung ke rumah sakit rujukan. Yang tidak bergejala bisa Isoman dengan pengawasan ketat petugas setempat,” ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (6/3/2022).
Menurut Rentin, data lain yang juga mendukung bahwa kasus di Bali terus melandai adalah bed ocupansy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit yang terus menurun di seluruh Bali. Diketahui, untuk BOR Intensif (ICU) dengan kapasitas 248 tempat tidur. Namun yang terisi hanya 45 (18,15%). Masih tersisa 203 (81,85%). Sementara BOR Non Intensif (Non ICU) dengan kapasitas 2.457 tempat tidur namun yang terisi hanya 330 (13,43%) sehingga masih tersisa 2.127 (86,57%). Hingga saat ini ada 18 titik untuk Isoter dengan total tempat tidur sebanyak 1.752 bed. Namun yang terisi hanya 32 bed atau 1,83% dan masih tersisa 1.720 bed (98,17 %).
Hingga Sabtu, 5 Maret 2022 kemarin, kasus positif terkonfirmasi 251 orang, sehingga menjadi 153.763 orang. Jumlah yang sembuh yang keluar dari Isoter, rumah sakit dan Isoman juga sangat meningkat yakni sebanyak 869 orang, sehingga menjadi 145.112 orang. Sementara jumlah yang meninggal menjadi 8 orang, sehingga total menjadi 4.463 orang. Hingga saat ini jumlah kasus aktif sebanyak 4.188 orang. Dari jumlah tersebut, yang dirawat di RS rujukan sebanyak 375 atau 8,95%. Yang dirawat di Isoter sebanyak 32 orang atau 0,76%. Sementara lebih banyak yang memilih Isoman karena tanpa gejala apa pun yakni sebanyak 3.781 atau 90,29%. “Dari data yang ada kami yakin jika kebijakan bebas karantina di Bali dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Peran serta masyarakat juga sangat menentukan keberhasilan kebijakan bebas karantina di Bali,” ujarnya.
Penulis – Arnold Dhae


