Tuesday, June 16, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Terseret Banjir di Batas RI-RDTL, Pria di Henes-Lamaknen Selatan Tewas

ATAMBUA The East Indonesia – Seorang pria atas nama Wempianus Mali (28) di Desa Henes, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL ditemukan tewas usai terseret arus banjir yang deras, Jumat (04/03/2022).

Wempi Mali terseret banjir saat memaksakan diri menyeberang kali/sungai Kulo di daerah Desa Henes dengan tujuan tiba di rumah lebih dahulu dari keluarganya yang lain.

Mayat Wempi Mali ditemukan oleh keluarga dan warga sekitar setelah 2 hari terseret arus banjir.

Kapolsek Lamaknen, IPDA Jenedi Lian, SH saat dikonfirmasi awak media The East Indonesia, Senin (07/03/2022) membenarkan akan kejadian tersebut.

Dirinya lantas memberikan penjelasan terkait kronologisnya yakni kejadian berawal pada hari Jumat (04/03) sekitar pukul 08.00 WITA.

Saat itu korban bersama orang tuanya, Maria Vinsensia Soi dan seorang adiknya, Agustinus Bau pergi ke kebun yang terletak di Dusun Purkou, Desa Henes, Kecamatan, Lamaknen Selatan yang berjarak sekitar 2 kilo meter dari rumah mereka.

“Saat itu korban Wempi Mali, bersama ibu dan saudaranya pergi ke kebun untuk memanen hasil kacang tanah,” tutur Jenedi.

Diterangkan bahwa saat masih di kebun, sekitar pukul 3 sore, turunlah hujan yang sangat deras.

Ibu korban pun pulang mendahului kedua anaknya tersebut yang masih membereskan lahan di kebun mereka.

“Korban bersama adiknya pun menyusul untuk pulang dan saat itu keduanya memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan menyeberangi kali Kulo agar bisa tiba di rumah lebih cepat,” pungkas IPDA Jenedi.

Sialnya, saat melanggar kali tersebut sedang terjadi banjir setinggi dada orang dewasa.

“Korban berjalan di depan. Mereka berdua berjarak beberapa meter. Saat di tengah kali, air sudah setinggi dada orang dewasa dengan hujan yang masih saja deras. Tiba-tiba adiknya melihat korban terbawa arus banjir. Sehingga adiknya yang berjarak sekitar 10 meter dari korban, langsung berbalik kembali ke daratan dan pergi meminta tolong,” ujar Kapolsek Lamaknen.

Lanjutnya, “Adik korban kemudian berlari menyampaikan kejadian tersebut kepada keluarganya. Mereka pun pergi mencarinya. Namun karena saat itu sudah malam dan hujan yang masih deras, mereka memutuskan mencarinya pada besok hari.”

Dijelaskan bahwa pencarian terus dilakukan namun korban Wempi Mali baru ditemukan oleh warga dan keluarganya pada hari Minggu tanggal 6 Maret 2022 pukul 15.20 Wita di Kali Kumalai, Desa Lakmaras, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu.

“Korban pun langsung dievakuasi dan dibawa ke rumahnya di Desa Henes,” pinta Jenedi Lian.

Kapolsek Lamaknen ini pun menyampaikan kejadian tersebut diterima oleh seluruh keluarganya sebagai musibah.

“Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan hari ini (07/03) akan dilakukan upacara pemakamannya,” imbuh IPDA Jenedi Lian. (Ronny)

Popular Articles