Sidang Kasus Dugaan Korupsi DD Numponi-Malaka Berjalan, Kades Telah Kembalikan 174 Jutaan Rupiah

39
Kepala Desa Numponi, Alfonsius saat mengikuti sidang virtual di rutan kelas IIB Kupang. FOTO - IST.

ATAMBUA, The East Indonesia – Sidang kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) Numponi, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka Tahun Anggaran 2017, 2018, 2019 dan 2020/2021 telah berjalan.

Dalam kasus dugaan korupsi tersebut, Kepala Desa Numponi, Alfonsius Y. Molo (33) sementara menjadi tersangka tunggal.

Sidang kemarin, pihak Kejaksaan Negeri Belu pun telah membacakan tuntutan terhadap kasus dugaan korupsi DD Numponi-Malaka dalam sidang yang digelar di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (24/05/2022).

Ternyata dalam sidang tersebut, Kepala Desa Numponi, Alfonsius telah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp. 174.321.000 dari kerugian yang ditemukan sebesar Rp. 420.983.636,61.

Hal ini terungkap saat awak media The East Indonesia mengkonfirmasi Kepala Kejaksaan Negeri Belu, Samiaji Zakaria, SH.,MH melalui Kepala seksi Tindak Pidana Khusus, Michael A.F Tambunan, SH di ruang kerjanya, Rabu (25/05/2022).

Baca juga :  Selundupkan Narkoba, Pegawai Lapas Perempuan Kerobokan Ditangkap

Diterangkan bahwa kasus tersebut telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan Tindak Pidana Korupsi dengan dakwaan subsider Pasal 3 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 juncto pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 juncto pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Dalam surat tuntutan terdakwa dituntut bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan dakwaan subsidiair Pasal 3 UU TPK dengan pidana penjara 1 tahun 9 bulan dikurangi masa tahanan yang telah dijalani, denda sebesar 50 juta rupiah serta membayar uang pengganti sebesar 246.662.636,61 subsidiair penjara 1 tahun 6 bulan,” tuturnya.

Michael Tambunan menerangkan bahwa terdakwa Kepala Desa sewaktu masih berstatus tersangka sudah pernah melakukan pencicilan pengembalian kerugian negara sebesar 60 juta rupiah kemudian naik hingga 93 juta rupiah dan hingga sidang berlanjut telah mengembalikan Kerugian Negara senilai Rp. 174.321.000.

Baca juga :  Operasi Yustisi, Petugas Gabungan Amankan Puluhan Botol Minuman Keras

“Saat ini Kerugian Negara dari dugaan korupsi Dana Desa Numponi, Kabupaten Malaka yang tersisa masih sebesar 246.662.636,61 rupiah,” pintanya.

Kasi Pidsus Kejari Belu juga menjelaskan bahwa agenda persidangan pada hari selasa minggu depan, (31/05) adalah pledooi/ pembelaan terdakwa.

Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri Belu menetapkan Kepala Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka berinisial Alfonsius Y. Molo (33) sebagai tersangka dan melalukan penahanan terhadapnya dalam kasus dugaan korupsi Dana Desa, Selasa (15/03/2022).

Kepala Desa, Alfonsius ditahan sesudah melakukan pemeriksaan kesehatan di salah satu Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Belu.

Untuk diketahui juga bahwa Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka ini pada periode kepemimpinan Kepala Desa sebelumnya juga terjerat dan dihukum terkait korupsi dana desa.

Baca juga :  Polda Bali Sita 592,92 Gram Sabu dari Seorang Ibu Rumah Tangga

Saat itu pada akhir tahun 2019, Kepala Desa Numponi, Syprianus Manek Asa ditetapkan dan kemudian diberikan hukuman atas korupsi dana desa Numponi yang diperkirakan mencapai Rp. 286 juta lebih pada akumulasi Tahun Anggaran 2016. ***

Penulis – Ronny

Facebook Comments