ATAMBUA, The East Indonesia – Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dr.(HC). Ir. Budi Karya Sumadi mengunjungi Kabupaten Belu wilayah Perbatasan Negara RI-RDTL, Rabu sore (20/07/2022).
Kunjungan Menteri Perhubungan RI ini untuk memantau pembangunan Terminal Barang Internasional di PLBN Motaain, Kecamatan Tasifeto Timur dan pembangunan Pelabuhan Atapupu, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.
Pria lulusan Jurusan Arsitektur Universitas Gajah Mada Tahun 1981 ini mengungkapkan bahwa kedatangannya di Kabupaten Belu untuk memastikan kelancaran aktivitas transportasi Darat, Laut, dan Udara berjalan dengan lancar di Wilayah Perbatasan RI-RDTL.
“Hari ini saya bersama Bupati Belu, Pak Dokter Agus memastikan aktivitas daripada Laut, Udara, dan Darat berjalan dengan baik di Kabupaten Belu, Daerah Perbatasan RI-RDTL,” ungkap Budi Karya .
Dirinya menyampaikan bahwa untuk pembangunan pelabuhan Atapupu sendiri, Pemerintah Pusat menganggarkan 80 Miliar Rupiah.
Dikatakan pula bahwa pembangunan Pelabuhan Atapupu sendiri terjadi beberapa perombakan desain untuk menyesuaikan dengan kedalaman.
“Kita juga sedang membangun Pelabuhan Atapupu dengan biaya 80 M. Tapi kami lihat ada perubahan desain sedikit supaya mendapatkan kedalaman,” ungkap Menteri yang dikenal paling dekat dengan Presiden Jokowi karena selalu menjadi pilihan sejak Presiden Joko Widodo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta itu.
Ditambahkan bahwa ada permintaan masyarakat untuk bisa mendapat kapal-kapal yang lebih besar dengan membawa barang ke Pelabuhan Atapupu.
Karena itu, untuk mewujudkannya, perlu ditambahkan kedalaman pada Pelabuhan agar kapal-kapal besar dapat bersandar.
“Pak Bupati sampaikan bahwa ada keinginan masyarakat supaya mendapatkan kapal-kapal yang lebih besar. Tentu pada titik itu, ada kedalaman yang lebih. Oleh karena itu, akan kita pelajari dan kita upayakan untuk lebih inprof,” jelas Budi Karya.
Selain Pelabuhan Atapupu, Kunjungan Budi Karya ke Kabupaten Belu juga untuk menindaklanjuti kesepakatan MoU antara Pemerintah RI dan RDTL saat Kunjungan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta di Istana Bogor pada Selasa (19/7/2022) terkait Pergerakan Lintas Batas Bus. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi dan Minister of Transport adn Commonication Timor Leste.
Salah satu implementasinya akan tercermin pada proyek trayek bus Kupang-Dili dan sebaliknya.
“Untuk jalur darat, saya harapkan peluncuran trayek bus rute Kupang-Dili dapat segera dilakukan,” kata Jokowi.
Menindaklanjuti MoU itu jug, Menteri Budi Karya pun melakukan kunjungan ke PLBN Motaain dengan tujuan memantau pembangunan terminal barang internasional di PLBN Motaain.
“Kita berada tepat di pintu PLBN Motaain. Apa yang sedang kita bangun adalah pusat kegiatan perpindahan barang. Di tempat itu, kita dapat melakukan pengecekan perpindahan barang dari Timor Leste ke Indonesia dan dari Indonesia ke Timor Leste,” ungkap menteri Budi Karya.
Sementara itu, Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, Sp.PD-KGEH, FINASIM pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dari Masyarakat Kabupaten Belu kepada Pemerintah Pusat yang telah melakukan beberapa kesepakatan dengan Pemerintah Timor Leste.
“Kami Masyarakat Belu berterima kasih kepada Menteri Perhubungan yang hari ini berkunjung ke kabupaten Belu, Perbatasan RI-RDTL. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah melakukan penandatanganan MoU dengan Presiden Timor Leste untuk membuka jalur perhubungan transportasi darat dari Kupang-Atambua-Timor Leste,” ucapnya.
Mantan lulusan UGM ini juga berharap semoga dengan adanya MoU itu, terjadi peningkatan perlintasan manusia dan juga peningkatan ekonomi di Wilayah Perbatasan RI-RDTL.
“Mudah-mudahan ini akan meningkatkan aktivitas lalulintas manusia dan juga ekonomi di Perbatasan kedua negara ini.
Terima kasih kepada bapak menteri atas kunjungan dan semua yang diberikan untuk kemajuan Kabupaten ini,” ungkapnya.***
Penulis – Ronny


