Tokoh Bali Usulkan Pemindahan Ibukota Provinsi Bali Demi Pemerataan Pembangunan

267
Geredeg saat bersilaturahmi dengan Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Bali di Denpasar, Kamis  (24/11/2022).

DENPASAR, The East Indonesia – Mantan Bupati Karangasem I Wayan Geredeg mewacanakan pemindahan Ibu Kota Provinsi Bali untuk mewujudkan pemerataan pembangunan.

Wayan Geredeg mengakui Bali mampu mencatat tren positif pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yang ditopang sektor pariwisata.

Wacana pemindahan ibukota guna mendorong pemerataan ekonomi diungkapkan Geredeg saat bersilaturahmi dengan Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Bali di Denpasar, Kamis  (24/11/2022).

Menurut Geredeg, pembangunan yang selama ini digencarkan masih terpusat di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Akibatnya ketimpangan ekonomi antara daerah maupun masyarakat semakin besar. Pembangunan lebih banyak dinikmati masyarakat atau pelaku usaha di Bali selatan. Sedangkan masyarakat Bali utara, timur dan barat, masih tertinggal dibanding masyarakat di Badung dan Denpasar.

Baca juga :  Polda Bali Inisiasi Pemilu Damai Di Bali

Kondisi itu melahirkan arus urbanisasi yang makin tidak terkendali. Masyarakat desa utamanya kaum muda berbondong-bondong pergi ke Kota Denpasar dan Badung untuk mencari pekerjaan. Arus urbanisasi ini membuat problematika kependudukan tersendiri, sehingga jika kondisi ini terus dibiarkan akan semakin mempertajam ketimpangan pembangunan di Bali.

Dari aspek politik, urbanisasi melahirkan biaya cukup tinggi ketika ada hajatan pesta demokrasi misalnya, warga harus pulang ke kampung, untuk menggunakan hak politiknya.

“Diperlukan terobosan, gagasan baru untuk menjawab masalah ketimpangan pembangunan di Bali, saya mengusulkan pemindahan Ibu Kota Provinsi Bali,” ungkap Geredeg

Fungsionaris DPP Partai Golkar ini memandang, urgensi pemindahan Ibu Kota Provinsi Bali itu bisa mengurangi kesenjangan pembangunan di Bali Selatan dan Utara.

Baca juga :  Pantau Hasil Sitaan Satgas Yonif Raider 408/SBH, Pangkoops Minta Masyarakat Jaga Kedaulatan Negara

Bahkan, Wayan Geredeg menyebutkan lokasi di perbatasan Kabupaten Buleleng dan Karangasem, dinilai tepat untuk Ibu Kota baru Provinsi Bali. Banyak argumentasi lainnya yang dinilai logis menjadi solusi untuk mengatasi ketimpangan pembangunan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

“Saya siap terbuka, berdebat ide gagasan pemindahan Ibu Kota Bali,” tandas Pelingsir Arya Kanuruhan Pusat.

Tokoh Karangasem yang kini memantapkan diri melanjutkan ladang pengabdian melalui jalur anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini, mengusulkan nantinya Denpasar bisa menjadi pusat ekonomi bisnis hingga pendidikan.

Sedangkan pusat pemerintahan sangat representatif untuk dipindahkan ke Bali utara atau perbatasan Karangasem dan Buleleng.

“Pemindahan Ibu Kota Bali itu bisa mengurangi urbanisasi sehingga pemerataan pembangunan karena dukungan sumber daya daerah dan pusat ,” imbuhnya.

Baca juga :  RSJ Bangli Punya TPS Sendiri

Pemindahan Ibu Kota Bali itu bisa mengurangi urbanisasi sehingga pemerataan pembangunan bisa djwujudkan karena dukungan sumber daya daerah dan pusat,” imbuhnya.***AD

Facebook Comments

About Post Author