Raih Predikat WBBM dari Kemenpan RB, RS Mata Bali Mandara Makin Giat Genjot Inovasi Pelayanan

42

DENPASAR, The East Indonesia  – Rumah Sakit Mata Bali Mandara telah berhasil meraih Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementrian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penganugerahan ini diberikan pada tanggal 6 Desember 2022 dalam acara Penganugerahan Bersama Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi diselenggarakan secara hybrid di Hotel Bidakara Jakarta. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali dr. Ni Made Yuniti,MM secara daring.

Menurut, dr. Made Yuniti kepada awak media bahwa dalam penganugerahan tersebut, terdapat 209 instansi pemerintah yang mengusulkan 1061 unit kerja untuk Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Dari 1061 unit kerja tersebut 102 berhasil mendapat predikat Menuju WBK dan 17 unit kerja mendapat predikat Menuju WBBM termasuk RS Mata Bali Mandara. Predikat WBBM ini semakin menyempurnakan Pembangunan Zona Integritas setelah tahun 2019 RS Mata Bali Mandara telah meraih predikat menuju WBK.

“Diraihnya predikat WBBM pada tahun 2022 tidak lepas dari usaha dan kerja keras seluruh pihak yang diawali dengan niat untuk melakukan pembangunan Zona Integritas sejak tahun 2016. Berbagai usaha kami lakukan mulai dari perbaikan tata kelola dan menciptakan inovasi-inovasi yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dan pegawai,” ujar dr. Yuniti sapaan akrab nya.

Baca juga :  Lanal Yogyakarta Gelar Serbuan Vaksinasi bagi Pelajar SMK Sanden

Lebih lanjut, disampaikan juga bahwa Predikat WBBM ini semakin menguatkan insan hospitalia di RS Mata Bali Mandara untuk mewujudkan birokrasi yang lebih sederhana, lincah dan cepat serta birokrasi berorientasi hasil.
Sehingga semakin memacu seluruh pihak di Rumah Sakit untuk semakin berbenah, menciptakan inovasi baru dan masyarakat semakin nyaman dalam menerima pelayanan rumah sakit.

Ditegaskan, dr. Yuniti bahwa salah satu dari inovasi yang menjadi unggulan RS Mata Bali Mandara adalah sistem pendaftaran mandiri (KIOSK), sistem ini membuat pasien tidak perlu mengantri di loket pendaftaran karena pasien dapat melakukan pendaftaran di anjungan pendaftaran mandiri dengan menscan kartu berobat dan memilih dokter yang akan dikunjungi. Hal ini menyebabkan waktu tunggu pasien di loket pendaftaran menjadi berkurang secara signifikan serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik.

Baca juga :  Gebyar Vaksinasi PMK di Buleleng, Ratusan Mahasiswa FKH Unud Dilibatkan

Guna memudahkan pelayanan RSMBM telah mengimplementasikan smart hospital yang terdiri dari digitalisasi layanan, manajemen dan juga digitalisasi pengawasan yang terintegrasi. Digitalisasi pelayanan dilakukan mulai dari pendaftaran online, e-rekam medis, e-resep, dan e-payment. Digitalisasi manajemen antara lain adalah SIPETASAN, yang digunakan untuk sistem keuangan di RS Mata Bali Mandara. Untuk proses pengawasan dan pengendalian, RS Mata Bali Mandara melakukan digitalisasi berupa SIPRIMA yang berfungsi untuk proses manajemen risiko, SI EDIS CETAR untuk proses SPJ, SISMADAK untuk pemantauan indikator mutu serta SIKEDOK dan SIKIPER yang digunakan untuk evaluasi kinerja dokter dan perawat. Guna pengendalian infeksi RS Mata Bali Mandara telah menerapkan sistem SINOPPI. Sistem tersebut akan terus dikembangkan oleh pihak Rumah Sakit sehingga menjadi sistem informasi dengan tingkat maturitas terus meningkat.

Baca juga :  Capaian Vaksinasi Covid-19 Diatas 70 persen, Bali Siap Terima Booster Dosis Ketiga

Saat ini RSMBM mengembangan pelayanan VIP dan Lasik yang bersinergi dengan Travel Medicine. Usaha ini diharapkan rumah sakit semakin dipercaya di lingkup lokal namun juga menjadi pilihan pelayanan kesehatan mata di tingkat nasional dan internasional.

“Seiring dengan predikat WBBM maka harapan masyarakat bahwa RS Mata Bali Mandara akan memberikan kepastian layanan dan pelayanan yang cepat. Sehingga insan hospitalia akan semakin giat berinovasi sehingga terciptanya pandangan masyarakat bahwa berobat ke RS Mata Bali Mandara adalah berobat ke rumah sakit pemerintah tapi pelayanan yang mereka dapatkan bagaikan berkunjung ke rumah sakit swasta,” pungkasnya.***go

Facebook Comments

About Post Author