Asisten Rousmini Minta Satgas Gencar Pantau Komoditi Penyebab Inflasi

144
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng

SINGARAJA, The East Indonesia – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) rutin mingguan Pengendalian Inflasi Daerah se-Indonesia secara virtual di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Senin (26/12).

Rakor yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Titi Karnavian ini dihadiri oleh Asisten II Setda Buleleng, Ni Made Rousmini didampingi perwakilan Dandim 1609 dan Kejaksaan Negeri Singaraja.

Dalam kesempatan itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwasannya terdapat beberapa provinsi telah mampu menekan laju inflasi dengan baik, antara lain, Provinsi Riau dengan nilai inflasinya turun 5,26%, dan 4,42% dari Provinsi Lhokseumawe. Terkait itu, pihaknya meminta seluruh peserta Rakor untuk dapat meniru strategi-strategi yang dilakukan untuk menekan inflasi yang terjadi.

Baca juga :  Pemkab Buleleng Wajibkan Semua Desa Punya Bumdes Di Tahun 2019

Dijelaskan juga secara kumulatif beberapa komoditas mengalami kenaikan. Salah satunya adalah telur ayam ras menjadi penyumbang terbesar inflasi di 27 provinsi yang mencakup 304 kabupaten/kota. Kenaikan telur ayam ras sebesar 4,4%, kemudian komoditas beras 2,2% dari 10.000 menjadi 11.500, cabai rawit 15,5% termasuk juga daging ayam 5,7% dan cabai merah mengalami kenaikan hingga bulan Desember ini.

Mendagri Tito Karnavian menambahkan, indeks perkembangan harga 20 komoditas pangan terpilih dalam Desember ini akan mengalami  inflasi. Pihaknya menyampaikan terdapat 10 kabupaten dengan kenaikan nilai indeks IPH tertinggi bulan Desember dan dinilai berpotensi menyumbang inflasi, yaitu; Kabupaten Karo, Solok, Mesuji, Asahan, Bengkalis, Muaro, Jambi, Buleleng, Luwu dan Gorontalo. “Kenaikan inflasi Desember ini bukan karena kita tidak bekerja, melainkan lebih kepada tingginya permintaan terhadap komoditas pangan menjelang akhir tahun,” tegas Mendagri Tito Karnavian.

Baca juga :  Bersih-Bersih Rumah Tak Perlu Capek Lagi? MODENA Luncurkan SPIN MOP LUSTRO 3201 L

Sementara itu, Asisten Made Rousmini mengakui bahwasannya Satgas Pengendalian Inflasi Buleleng telah melakukan berbagai hal dalam menekan laju inflasi, mulai dari melakukan intervensi langsung, pasar murah hingga pemberian subsidi  kepada pedagang.  Namun demikian inflasi masih terjadi akibat tingginya permintaan menuju Hari Natal, akhir tahun dan juga menjelang hari Raya Galungan awal tahun mendatang.

Terkait itu, Made Rousmini meminta Satgas untuk bekerja ekstra melakukan pemantauan komoditi penyumbang inflasi di Buleleng. “Inflasi ini memang selalu terjadi, namun kita harus mampu mengatasi hal ini dengan meningkatkan upaya kita. Semoga minggu terakhir Desember ini kita bisa menekan inflasi cabai, telur dan canang sari menjelang Galungan,” pungkasnya.***wismaya

Facebook Comments

About Post Author