ATAMBUA, The East Indonesia – Pokja PKP Kabupaten bersama TP-PKK Kabupaten, TP-PKK Kecamatan, Camat, Lurah, Kepala Desa, Kumpesa Rai Belu, Kepala Puskesmas menggelar Rapat Pleno dalam rangka penyampaian hasil verifikasi pilar 2 sampai pilar 5 STBM, pembahasan rencana strategis keberlanjutan 5 pilar STBM tahun 2024 yang adaptif terhadap perubahan iklim.
5 Pilar STBM-GESI tersebut diantaranya;
Pilar 1 : Stop Buang Air Besar Sembarangan
Pilar 2 : Cuci Tangan Pakai Sabun
Pilar 3 : pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga yang aman
Pilar 4 : Pengelolaan sampah rumah tangga yang aman
Pilar 5 : Pengelolaan air limbah rumah tangga yang aman
Kegiatan ini atas kerjasama kemitraan Pemerintah Kabupaten Belu Yayasan Plan Internasional Indonesia dan Yayasan Pijar Timur Indonesia dimana terlaksananya kegiatan tersebut sebagai Komitmen rencana aksi berkelanjutan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang Berkesetaraan Gender dan Inklusif (STBM-GESI) di Kabupaten Belu guna membentuk Sumber Daya Manusia berkualitas, berdaya saing, sehat, cerdas, adaptif, inovatif, terampil dan berkarakter.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Belu, Selasa, (23/01/2024) ini dilakukan sebagai komitmen rencana aksi berkelanjutan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang Berkesetaraan Gender dan Inklusif (STBM-GESI) di Kabupaten Belu guna membentuk Sumber Daya Manusia berkualitas, berdaya saing, sehat, cerdas, adaptif, inovatif, terampil dan berkarakter.
Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin, SpPD-KGEH, FINASIM yang memimpin kegiatan tersebut dalam kesempatan wawancara dengan awak media The East Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan hari ini membahas tentang STBM-GESI.
Bupati Belu menerangkan bahwa merubah pola hidup ditengah masyarakat merupakan hal yang sulit sehingga akan ada evaluasi terkait 5 pilar STBM-GESI.
“Hari ini kita memperbaiki komitmen untuk wujudkan 5 pilar STBM ini. Kita lihat ada perlambatan sosialisasi dan tindakan di lapangan terutama pilar 2 , pilar 4 dan pilar 5. Pilar-pilar ini gampang diucapkan tetapi rumit untuk dilaksanakan. Oleh karenanya hari ini kita membaharui lagi komitmen diatas dan akan ada evaluasi untuk hal itu,” tutur dr. Agustinus Taolin.
Bupati Belu juga mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Plan Internasional Indonesia dan Yayasan Pijar Timur Indonesia dan semua jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Belu yang telah berkomitmen hingga saat ini untuk pencapaian di tengah masyarakat.
“Untuk pilar 1 dan 3 kita hampir 100 persen. Sementara pilar Pengelolaan sampah rumah tangga dan Pengelolaan air limbah rumah tangga masih memprihatinkan. Kita akan sangat memperhatikan itu. Kita sudah melihat alat untuk pengelolaan air menjadi air minum, mudah-mudahan masyarakat bisa mendapatkan kualitas air minum yang layak diminum,” tutur dokter Agustinus Taolin.
Sementara itu, Direktur Yayasan Pijar Timur Indonesia, Vincent Kiabeda berharap agar dengan adanya komitmen bersama terhadap program STBM-GESI dapat menghentikan praktik buang air besar sembarangan di seluruh desa diikuti pilar-pilar lainnya.
Dirinya menyampaikan bahwa di Kabupaten Belu masih terdapat beberapa desa yang presentasinya baru mencapai 45 persen dari target 50 persen untuk 5 pilar STBM.
Oleh karena itu, semua desa diundang untuk memperbaiki pencapaian mereka agar mencapai minimal 70 hingga 80 persen sebelum dilakukan verifikasi oleh tingkat provinsi.
“Semoga ada komitmen pemerintah untuk meningkatkan sanitasi dengan pembangunan jamban melalui dana desa dan lainnya sehingga mendukung pembangunan jamban di desa yang ada di Kabupaten Belu,” pungkas Vinsen Kiabeda.
Untuk diketahui pada kegiatan tersebut Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin didampingi oleh Kepala BP4D Belu, Rene Bria dan Kepala Dinas Kesehatan drg Ansila Eka Muti.
Hadir pula dalam rapat ini Ketua Kumpesa Kabupaten Belu, perwakilan dari Yayasan Plan, Pimpinan Yayasan Pijar Timur, para Camat, Lurah, Kepala Desa, dan Kepala Puskesmas serta Ketua TP PKK Kabupaten dan Kecamatan. (Ronny)


