Monday, May 18, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Maraknya Investasi Bodong di Bali: Malekat Hukum International Law Firm Bangun Kesadaran Hukum Bisnis bagi Investor Asing

DENPASAR, The East Indonesia — Maraknya skema investasi bodong di Bali yang belakangan berujung pada tindakan penegakan hukum oleh aparat pemerintah daerah mendorong Malekat Hukum International Law Firm menggelar diskusi dan sesi berbagi bagi para investor asing. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di The Meru Sanur Hotel ini dihadiri oleh investor dari lima negara, yakni Amerika Serikat, Kolombia, Australia, Ukraina, dan Rusia.

“Acara ini dirancang untuk menjembatani Timur dan Barat, agar para investor asing yang datang ke Indonesia memahami cara berinvestasi yang benar, sekaligus mengetahui hukum dan peraturan yang berlaku,” ujar Ni Luh Arie Ratna Sukasari, Founder Malekat Hukum International Law Firm, di Denpasar, Sabtu (31/01/2026).

“Belakangan ini banyak muncul pemberitaan negatif terkait investasi bodong. Kami menilai penting untuk memberikan penjelasan yang benar mengenai tata cara investasi yang tepat serta bagaimana melakukan negosiasi secara benar, termasuk memahami aspek budaya Bali.”

Sukasari, yang akrab disapa Sari, menjelaskan bahwa kegiatan ini mempertemukan investor dari lima negara dengan para pengusaha lokal Bali. Ia mengungkapkan bahwa dalam diskusi tersebut muncul cultural shock, terutama ketika para investor baru mengetahui adanya biaya-biaya investasi yang berkaitan dengan tradisi dan adat Bali.

“Di Bali ada dana punia, upacara keagamaan, dan kewajiban adat lainnya. Hal-hal tersebut harus diperhitungkan dalam anggaran investasi. Banyak orang asing memiliki properti di sini, sehingga aspek-aspek ini perlu dijelaskan secara terbuka,” jelasnya.

Sari juga menyampaikan bahwa Malekat Hukum International Law Firm didirikan oleh mantan Profesor Hukum Bisnis, Prof. R.A. Retno Murni, sehingga secara aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai firma hukum asing.

“Kantor kami berskala internasional, sehingga kami bekerja sama dengan firma hukum luar negeri dan berupaya membawa branding hukum Indonesia ke tingkat global,” tambahnya.
Sementara itu, Samuel Bakara, investor asal Darwin, Australia, yang memiliki keturunan Sumatera Utara, mengungkapkan apresiasinya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut pengalaman ini sebagai momen panggilan akar leluhurnya untuk kembali ke Indonesia.

“Leluhur saya seolah memanggil saya pulang. Saya senang melihat orang-orang di sini—mereka membuat hati saya sangat bahagia. Orang-orang ingin berbuat baik, dan selalu ada jalan ke depan melalui negosiasi. Kita semua ingin sukses, dan hari ini saya mendapatkan banyak hal,” ujar Bakara.

Samuel juga membagikan rencananya untuk kembali ke Medan dan membuka usaha di tanah leluhurnya. Ia memuji kegiatan yang diselenggarakan oleh Malekat Hukum International Law Firm karena telah mempertemukannya dengan sesama investor serta membantunya menemukan solusi praktis dalam berinvestasi di Indonesia.

“Mungkin saya akan ke Medan dan membuka kantor, atau mengerjakan beberapa proyek sosial. Saya rasa hari ini adalah salah satu langkah untuk memahami arah masa depan saya,” katanya.

Di sisi lain, Gareth Benson, pengacara internasional yang bekerja di Malekat Hukum, menilai acara ini sebagai sebuah visi kuat yang berfokus pada peluang bisnis dengan mengombinasikan pendekatan negosiasi berbasis budaya dan komunikasi terbuka demi kesuksesan bersama.

“Kita bisa membangun jembatan yang kuat—tetapi yang terpenting, jembatan yang dibangun atas dasar saling menghormati. Dengan fondasi yang kuat ini, kita dapat berjalan di antara dua dunia dengan cara yang saling menguntungkan, serta menciptakan kemitraan investasi jangka panjang antara Timur dan Barat,” ujarnya.

Menurut Benson, inisiatif yang mempertemukan investor asing dan Indonesia dapat mendorong kerja sama dan kolaborasi yang berkelanjutan. Ia berharap upaya semacam ini dapat berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat Bali khususnya, dan Indonesia secara umum.

“Yang terpenting adalah menciptakan kesepakatan yang bermakna agar masyarakat Bali dapat sejahtera. Malekat Hukum International Law Firm berperan sebagai jembatan pemahaman yang sesungguhnya. Melalui kesadaran budaya, negosiasi yang saling menghormati, dan komunikasi terbuka, kita dapat membangun jembatan untuk mewujudkan dunia yang lebih baik,” tutupnya.(red)

Popular Articles