Saturday, April 18, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Satgas Yonarmed 12 Kostrad Pos Salore Yonarmed 12 Ringkus 3 Warga Timor Leste Pembawa 47 Ball Tembakau Ilegal dari Indonesia

ATAMBUA, The East Indonesia – Upaya penyelundupan barang ilegal melalui jalur tidak resmi di perbatasan RI-RDTL kembali digagalkan oleh Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad.

Kali ini, Pos Salore Yonarmed 12 Kostrad berhasil mengamankan 47 ball tembakau yang coba diselundupkan di Desa Tulakadi, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Jumat (17/04/2026) petang.

Penindakan yang terjadi sekitar pukul 18.55 WITA tersebut bermula dari pelaksanaan patroli rutin yang dilakukan secara intensif oleh personel Satgas.

Kejelian personel di lapangan membuahkan hasil saat mendapati tiga orang mencurigakan yang tengah mengangkut beberapa karung melalui jalur tikus.

Setelah dilakukan pengamanan, petugas berhasil mengamankan para pelaku beserta barang bukti berupa 47 ball tembakau yang dikemas dalam tiga karung.

Tiga warga negara Timor Leste diduga menyelundupkan 47 ball tembakau/rokok ilegal yang diambil langsung dari Kabupaten Belu, Indonesia, untuk dibawa ke Timor Leste.

Selanjutnya, para pelaku diamankan ke Pos Salore untuk pemeriksaan lebih lanjut dan dilaporkan secara berjenjang kepada komando atas.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, diketahui para pelaku merupakan warga negara Timor Leste yang diduga hendak membawa tembakau secara ilegal melintasi batas negara.

Barang bukti kemudian dibawa ke Mako Satgas pamtas, sementara para pelaku diserahkan ke Kantor Imigrasi Atambua untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai prosedur dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan pendekatan humanis.

Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur Yonarmed 12 Kostrad, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han., menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti nyata keseriusan Satgas dalam menjaga kedaulatan wilayah serta menindak tegas segala bentuk pelanggaran lintas batas.

Dirinya menegaskan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh prajurit di lapangan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, pengawasan akan terus diperketat dan masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam aktivitas ilegal yang dapat merugikan kedua negara serta mengganggu stabilitas keamanan di wilayah perbatasan. (Ronny)

Popular Articles