Tuesday, April 21, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Ringankan Beban Masyarakat, Wabup Supriatna Apresiasi Metatah Massal di Desa Adat Cempaga

SINGARAJA, The East Indonesia – Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menghadiri sekaligus mengapresiasi pelaksanaan upacara metatah (potong gigi) massal yang digelar di Wantilan Desa Cempaga, Senin (20/4).

Kegiatan metatah ini dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya dalam meringankan beban biaya pelaksanaan upacara yang menjadi bagian penting dalam kehidupan umat Hindu di Buleleng.

Wabup Supriatna menyampaikan bahwa metatah merupakan upacara sakral yang memiliki makna mendalam sebagai proses pendewasaan diri. Selain itu, tradisi ini juga dimaknai sebagai upaya mengendalikan enam sifat negatif dalam diri manusia atau Sad Ripu.

“Pelaksanaan metatah secara massal ini merupakan langkah positif yang tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga tetap menjaga nilai kesucian dan makna dari yadnya itu sendiri,” ujarnya.

Dirinya juga mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong seperti ini sangat penting dalam menjaga kelestarian adat dan budaya di tengah tantangan zaman.

Lebih lanjut, Wabup Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk terus mendukung kegiatan adat dan keagamaan, termasuk pelaksanaan upacara secara kolektif yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Melalui metatah massal ini, saya berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk berkontribusi, sehingga masyarakat dapat melaksanakan kewajiban adat dan keagamaan dengan lebih ringan tanpa mengurangi makna dan kesuciannya,” tutup Supriatna.

Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Sukanata menyampaikan bahwa kegiatan metatah massal ini merupakan program Desa Adat yang bertujuan membantu krama dalam melaksanakan Manusa Yadnya, khususnya upacara metatah. Pelaksanaan kegiatan ini digagas dan dikelola oleh prajuru desa adat bersama krama sebagai bentuk kebersamaan dan kepedulian sosial.

pihaknya menjelaskan, pembiayaan kegiatan sebagian besar bersumber dari urunan krama yang ikut melaksakan metatah (potong gigi), dengan kontribusi sebesar Rp500.000 per peserta. Adapun jumlah peserta metatah sebanyak 125 orang.

“Melalui kebersamaan krama dan dukungan desa adat, pelaksanaan metatah massal ini dapat berjalan dengan baik serta tetap menjaga makna dan kesakralan yadnya,” ungkapnya.(Wis)

Popular Articles