ATAMBUA, The East Indonesia – Semangat baru menyelimuti keluarga Yanto Davidson Mooy (34) saat menerima kunci rumah baru usai mengalami kebakaran maut yang menimpanya.
Penyerahan hunian layak huni ini menjadi titik balik bagi Yanto, seorang tenaga honorer RS Tentara Atambua, yang sebulan lalu kehilangan tempat tinggal sekaligus putra bungsunya dalam sebuah tragedi kebakaran hebat.
Peristiwa memilukan yang terjadi pada 27 Maret lalu itu menyisakan duka mendalam. Selain harta benda yang ludes, putra kecil Yanto yang baru berusia tiga tahun, AJM, menjadi korban jiwa dalam insiden tersebut.
Mengetahui musibah tersebut, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur dari Yonarmed 12/AY/2/2 Kostrad bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan.
Pembangunan rumah berukuran 8×6 meter ini dimulai setelah peninjauan lokasi pada 6 April 2026.
Berkat gotong royong personel TNI selama 12 hari, rumah tersebut kini berdiri kokoh di atas lahan yang dihibahkan secara sukarela oleh kakak sepupu Yanto, Marince Soru (47).
Dengan adanya hibah tanah ini, keluarga Yanto kini memiliki kepastian tempat tinggal di atas lahan milik sendiri, tanpa harus menyewa lagi.
Dansatgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko, S.H., M.Han, menyerahkan langsung hunian tersebut sebagai simbol kepedulian TNI terhadap masyarakat di perbatasan tepatnya di Kelurahan Manuaman, Kecamatan Atambua Selatan, saat mereka pada Sabtu (25/04/2026).
Sebagai bentuk apresiasi dan penghormatan tertinggi, keluarga besar Yanto memberikan cinderamata khas Pulau Rote kepada Letkol Arm Erlan Wijatmoko.
Dansatgas tampak dikenakan Ti’i Langga (topi khas Rote) dan Tenun Ikat Rote yang disematkan langsung oleh pihak keluarga.
“Kami menyadari tidak mampu melakukan semua ini tanpa bantuan Bapak-bapak yang mengulurkan tangan dengan ikhlas. Kami tidak dapat membalasnya, hanya Tuhan yang pasti membalas kebaikan Bapak semua,” ungkap perwakilan keluarga Yanto dengan penuh syukur.
Aksi sigap Yonarmed 12 Kostrad ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di perbatasan tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi pelindung dan pemberi solusi bagi kesulitan rakyat di sekitarnya.
“Kami tidak dapat membalas semuanya itu. Hanya Tuhan yang pasti membalas semua perbuatan Bapak semua. Sebagai suatu tanda penghormatan, kami dari keluarga besar memberikan sebuah cinderamata. Terima kasih,” tutur perwakilan keluarga diamini oleh semua keluarga yang ada.
Saat penyerahan dilokasi rumah layak huni yang baru, Dansatgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur, Letkol Arm Dr. Erlan Wijatmoko menegaskan bahwa pembangunan rumah ini adalah bentuk empati dan komitmen TNI untuk selalu hadir di tengah kesulitan rakyat, khususnya bagi mereka yang tertimpa musibah di wilayah perbatasan.
Letkol Arm Erlan Wijatmoko menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan rumah ini sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga di wilayah perbatasan.
“Kita patut bersyukur hari ini, kita serahkan rumah ini kepada keluarga besar semoga ini bisa memberikan berkah buat kita semua,” pungkasnya.
Selain menyerahkan rumah secara simbolis, Dansatgas Yonarmed 12 Kostrad juga memohon dukungan doa dari masyarakat agar seluruh personel Satgas Pamtas dapat menjalankan sisa masa tugas mereka dengan selamat dan lancar.
“Kami titip doa agar Satgas kami yang tinggal 5 bulan lagi bisa berjalan lancar sampai dengan purna tugas kami di sini,” tambahnya.
Letkol Erlan menegaskan bahwa aksi sosial ini bukan sekadar bantuan fisik, melainkan upaya mempererat tali persaudaraan antara TNI dan rakyat.
Karenanya berharap komunikasi dan silaturahmi yang telah terjalin tidak akan putus meski masa tugas mereka berakhir nantinya.
“Tentunya ini jadi ajang silaturahmi yang baik bagi kita bersama. Komunikasi kita tidak hanya berhenti di sini, kita akan terus menjaga komunikasi sampai nanti seterusnya. Saya bersama rekan-rekan menyerahkan rumah ini kepada Pak Yanto,” pungkasnya. (Ronny)

