Home Militer Merajut Tradisi di Ujung Negeri, Persit KCK Cabang XVI Dim 1605 Koorcab...

Merajut Tradisi di Ujung Negeri, Persit KCK Cabang XVI Dim 1605 Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana Bawa Kain Tais Belu ke PERSIT BISA 2

3

ATAMBUA, The East Indonesia – Dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, wilayah perbatasan langsung Negara Indonesia dan Timor Leste, helai-helai benang yang dirangkai dengan kesabaran luar biasa.

Dari tangan-tangan terampil para perempuan, lahirlah Tais Belu yang bukan sekadar komoditas, melainkan jejak panjang warisan leluhur yang terus dirawat dari generasi ke generasi.

Namun kali ini, ada semangat yang berbeda. Deretan Tais Belu ini tengah dipersiapkan dengan oleh Ibu Persit (Persatuan Istri Tentara) Kartika Chandra Kirana Cabang XVI Dim 1605 Belu Koorcabrem 161 PD IX / Udayana.

Mereka mengemban misi khusus yakni membawa pesona tenun ikat Belu untuk mewakili Korem 161/Wira Sakti Kupang dalam ajang promosi bergengsi.

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVI Dim 1605 Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana dipastikan akan membawa tenun ikat khas Belu yang menggunakan pewarna alami bakal tampil di panggung nasional ke ajang bergengsi PERSIT BISA 2 yang akan dihelat di Balai Sarbini Jakarta, pada 7–9 Mei 2026 mendatang.

Di balik geliat ini, berdiri sosok Ibu Cileberte Bete Mau, anggota Persit KCK Cabang XVI Dim 1605. Baginya, menenun bukan hanya rutinitas, melainkan dedikasi untuk mengangkat ekonomi keluarga prajurit sekaligus menjaga warisan budaya.

Melalui ajang PERSIT BISA 2, Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XVI Dim 1605 Koorcab Rem 161 PD IX/Udayana menaruh harapan besar.

Tenun ikat Belu tak hanya diperkenalkan sebagai kain tradisional, tetapi juga dihadirkan dalam wajah baru bertransformasi menjadi produk fashion modern seperti tas, blazer, hingga aksesori, tanpa menanggalkan nilai sakral yang melekat di dalamnya.

Keikutsertaan ini menjadi lebih dari sekadar representasi. Ia menjelma jembatan—menghubungkan kekayaan budaya perbatasan dengan pasar yang lebih luas. Dengan membawa nama Korem, diharapkan jangkauan pasarnya akan semakin luas, menyentuh hingga ke level nasional bahkan internasional.

Tidak sekedar partisipasi, misi besar Persit XVI Dim 1605 Koorcabrem 161 PD IX/Udayana akan perkenalkan Tais Belu tenun ikat alam simbol identitas dan kebanggaan warga perbatasan Belu ke publik nasional dan internasional.

Ny Cileberte merupakan sosok di balik koleksi kain yang akan dipamerkan dalam waktu dekat. Dedikasinya dalam merawat seni tenun ikat menjadikannya teladan bagi perempuan di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Di bawah bimbingan intensif Persit KCK Cabang XVI Dim 1605 Koorcabrem 161 PD IX / Udayana Cileberte membawa warisan leluhur ini menjadi produk UMKM unggulan daerah Belu yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Melalui inovasi, tenun Belu kini tak lagi hanya menjadi pakaian adat, namun telah bertransformasi menjadi aneka tas, aksesori, hingga busana modern yang chic dan berdaya saing global,” kata Cileberte, Rabu, 29 April 2026.

Dalam ajang tersebut yang diusung kualitas alami yang ramah lingkungan, keunggulan utama yang mana Tais Belu menggunakan pewarna alami.

Proses tradisional ini menjadikan Tais Belu sebagai produk sustainable fashion yang ramah lingkungan dengan estetika warna yang khas dan elegan.

Dengan membawa hasil karya pengrajin lokal ke kancah nasional, Persit KCK XVI Dim Belu tak saja melestarikan budaya, merawat tradisi leluhur, usaha tersebut juga membuka pintu kesejahteraan ekonomi yang lebih luas bagi keluarga besar prajurit TNI dan warga perbatasan Belu. (Ronny)