Monday, May 11, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Jadi Ruang Refleksi Pasca-Nyepi, Dharma Santi Gerokgak Hadirkan Pesan Damai Lewat Wayang

SINGARAJA, The East Indonesia – ‎Dharma Santi Nyepi 1948 Saka digelar di Gedung Serbaguna Desa Adat Gerokgak, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Sabtu (9/5). Kegiatan ini dihadiri krama adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai desa adat se-Kecamatan Gerokgak.

‎Dharma Santi menjadi rangkaian penutup Hari Raya Nyepi sekaligus wadah mempererat hubungan harmonis antara masyarakat dengan para pemimpin daerah.

‎Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya, menegaskan, dharma Santi bukan sekadar seremoni pasca-Nyepi. Kegiatan ini sarat makna untuk membangun komunikasi dan kebersamaan di tengah masyarakat.

‎“Dharma Santi hari ini berkaitan dengan pelaksanaan Nyepi kemarin. Konsepnya bagaimana membangun komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemimpin, saling mendukung, dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Ngurah Arya.

‎Untuk memperkuat penyampaian pesan moral, panitia menghadirkan pertunjukan wayang Ceng Blonk. Nilai-nilai kehidupan dan spiritual yang disampaikan lewat wayang diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pengabdian kepada masyarakat.

‎“Kami mengundang dalang agar nilai-nilai kehidupan yang kita jalani dan pahami bisa diimplementasikan secara nyata,” katanya.

‎Politisi PDI Perjuangan asal Gerokgak itu menambahkan, Dharma Santi menjadi ruang refleksi bersama. Baik masyarakat maupun pemimpin diajak terus menghadirkan kedamaian serta memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sosial.

‎“Filosofi Dharma Santi adalah bagaimana pemimpin mampu memunculkan kedamaian di masyarakat dan membangun ruang-ruang spiritual di tengah kehidupan,” tandas Ngurah Arya.(Wis)

Popular Articles