Saturday, May 30, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Memangkas Kesenjangan, Kemendikdasmen Perkuat Pembelajaran Digital di Teluk Bintuni

TELUK BINTUNI, The East Indonesia – Transformasi pendidikan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan ruang kelas dan sarana belajar, tetapi juga melalui pemanfaatan teknologi yang mampu menghadirkan akses pembelajaran berkualitas hingga ke wilayah terpencil di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu fokus kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, ke Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Jumat (29/5).

Sejalan dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Revitalisasi Satuan Pendidikan, SMA Unggul Garuda, dan Digitalisasi Pembelajaran, Kemendikdasmen terus memperkuat Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan perkembangan zaman. Di Kabupaten Teluk Bintuni, penguatan tersebut diwujudkan melalui penyaluran perangkat pembelajaran digital berupa Interactive Flat Panel (IFP), laptop, dan media penyimpanan konten pembelajaran kepada satuan pendidikan.

Dalam kunjungannya, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sarana teknologi kini menjadi kunci utama untuk memangkas kesenjangan kualitas pembelajaran. Sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan, Kemendikdasmen pada tahun 2025 telah menyalurkan bantuan IFP kepada 167 satuan pendidikan di Kabupaten Teluk Bintuni. Bantuan tersebut mencakup 85 SD, 36 SMP, 27 PAUD, 18 SMA, dan 1 SMK. Hal ini menjadikan Teluk Bintuni sebagai salah satu daerah penerima program digitalisasi pendidikan terbesar di Papua Barat.

Tidak berhenti di situ. Menteri Mu’ti membawa kabar baik mengenai keberlanjutan program ini untuk tahun 2026.

“Tahun lalu, program digitalisasi pendidikan dilakukan melalui bantuan satu perangkat IFP untuk setiap satuan pendidikan. Insyaallah pada tahun 2026, setiap sekolah akan mendapatkan tambahan tiga IFP sehingga masing-masing sekolah nantinya memiliki total empat perangkat pendukung pembelajaran digital,” ujar Menteri Mu’ti di sela-sela kunjungannya.

Menteri Mu’ti melanjutkan bahwa penambahan perangkat digital tersebut juga disertai dukungan lain, mulai dari pelatihan guru, laptop, paket pembelajaran, hingga penguatan infrastruktur pendukung agar pemanfaatannya benar-benar optimal dalam mendukung proses belajar mengajar di sekolah.

“Untuk mendukung kesiapan daya, Kemendikdasmen bekerja sama dengan PT PLN dalam penambahan daya listrik sekolah secara gratis. Langkah strategis ini dilakukan agar sekolah-sekolah di daerah dapat memanfaatkan teknologi pembelajaran secara maksimal tanpa terkendala keterbatasan infrastruktur dasar,” tambah Abdul Mu’ti.

Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak ditentukan oleh perangkat semata, tetapi oleh kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya. Karena itu, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Papua Barat turut melaksanakan program pengimbasan berupa sosialisasi, mentoring, dan coaching kepada sekolah penerima bantuan.

Sepanjang tahun 2025, sebanyak 20 satuan pendidikan di Teluk Bintuni mendapatkan pendampingan intensif yang terdiri atas 5 PAUD, 5 SD, 5 SMP, dan 5 SMA. Melalui program ini, guru dan kepala sekolah memperoleh penguatan kapasitas dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran sehingga perangkat yang diterima dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Keberlanjutan program juga diperkuat melalui kehadiran mentor daerah yang mendampingi sekolah-sekolah penerima bantuan. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan transformasi digital benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran di ruang kelas.

Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manimbuy, yang ikut mendampingi Menteri Mu’ti dalam kunjungan kerjanya, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas perhatian besar dari pemerintah pusat terhadap penguatan pendidikan di wilayahnya. Menurutnya, selain pembenahan fisik, bantuan perangkat IFP membawa dampak perubahan yang nyata di sekolah dan membuka peluang belajar yang lebih interaktif dan modern.

Upaya – upaya di atas menjadi bukti nyata keberpihakan Kemendikdasmen terhadap masa depan anak-anak di Papua. Digitalisasi di Teluk Bintuni tidak sekedar membawa masuk teknologi layar sentuh modern, tetapi juga membangun lingkungan belajar yang inklusif dan berkualitas. Melalui komitmen ini, anak-anak di Teluk Bintuni dipastikan memiliki kesempatan belajar yang setara dengan anak-anak lain di seluruh nusantara.***

Popular Articles