Saturday, June 6, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kemendikdasmen Ajak Gerakan Sekolah ASRI dan Tanam Mangrove di Balikpapan

BALIKPAPAN, The East Indonesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong terwujudnya satuan pendidikan yang tidak hanya mendukung proses belajar yang nyaman, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap lingkungan. Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dirangkaikan dengan penanaman mangrove di Kalimantan Timur, sebagai bagian dari upaya membangun budaya hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

SMA Negeri 8 Balikpapan sebagai lokasi kegiatan memiliki makna tersendiri. Sekolah yang berlokasi di Kelurahan Margomulyo, Balikpapan Barat itu dikenal sebagai satu-satunya sekolah mangrove di Indonesia. Dengan lingkungan yang berdampingan langsung dengan kawasan mangrove, sekolah tersebut menjadi representasi semangat Gerakan Sekolah ASRI yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, resik, dan indah sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam.

Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan kesadaran ekologis peserta didik. Melalui Gerakan Sekolah ASRI, sekolah didorong menjadi ruang belajar yang aman, sehat, resik, dan indah sekaligus menjadi pusat pembiasaan perilaku peduli lingkungan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis. Menurutnya, perdamaian tidak hanya diwujudkan melalui hubungan yang baik antarmanusia, tetapi juga melalui hubungan yang harmonis dengan alam.

“Sesungguhnya sesuai dengan cita-cita bangsa, kita membangun hubungan yang harmonis dengan sesama, hubungan yang harmonis dengan alam, membangun toleransi dan juga membangun kerukunan. Kita semua berharap agar Indonesia menjadi negeri yang aman, damai, dan tenteram,” ujar Menteri Mu’ti pada Jumat (5/6).

Ia menjelaskan bahwa berbagai gerakan penghijauan yang dilakukan masyarakat, termasuk penanaman pohon dan mangrove, merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan hidup. Selain menciptakan kawasan yang bersih dan sehat, penanaman mangrove juga berperan dalam menjaga ekosistem pesisir, mencegah abrasi, dan mendukung keberlangsungan kehidupan di masa depan. Menurutnya, ancaman krisis lingkungan saat ini perlu disikapi dengan membangun budaya gotong royong, kepedulian sosial, serta kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian alam.

Senada dengan hal tersebut, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menekankan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecerdasan ekologis dan tanggung jawab sosial. “Pendidikan sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak muda, generasi bangsa, dan generasi emas 2045 yang memiliki ilmu pengetahuan, kecerdasan ekologis, dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, Kalimantan Timur memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, Gubernur Rudy menyampaikan jika kesadaran untuk merawat alam perlu ditanamkan sejak dini melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peserta didik dan masyarakat. Ia berharap gerakan menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga kebersihan sekolah dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menilai sekolah memiliki posisi strategis dalam membangun karakter dan kebiasaan baik peserta didik. “Di tengah tantangan global seperti perubahan iklim dan degradasi lingkungan, sekolah perlu menjadi tempat yang mendorong tumbuhnya kepedulian terhadap alam melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, menanam tanaman, bekerja sama, dan merawat lingkungan sekitar,” jelas Hetifah.

Ia juga menuturkan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan karakter yang menghubungkan pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gerakan Sekolah ASRI menjadi salah satu ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Melalui lingkungan belajar yang aman, sehat, resik, dan indah, sekolah diharapkan mampu menumbuhkan karakter peserta didik yang berakhlak mulia, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan penuh tanggung jawab.***

Popular Articles