ATAMBUA, The East Indonesia – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi membuka Festival Fulan Fehan IV di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (27/6/2026).
Kabar tersebut dibagikan langsung melalui akun Facebook pribadi Tito Karnavian.
Melalui unggahannya, ia membagikan momen saat membuka langsung festival budaya di wilayah perbatasan Indonesia tersebut.
Berikut kutipan dari unggahan akun Pribadi Facebook dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Saya menghadiri dan membuka Festival Fulan Fehan IV di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan tihar, alat musik tradisional khas Belu.
Pembukaan festival yang sangat memukau dengan penyelenggaraan menampilkan tarian kolosal bertema persahabatan Indonesia dan Timor-Leste di hamparan padang savana Fulan Fehan.
Di satu tempat yang bukan dibangun oleh manusia. Di tempat padang rumput savana yang indah ini, berbukit-bukit, di sekitarnya ada Gunung Lakaan yang indah, udara yang indah, bukan buatan manusia, tapi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Keindahan alam ini merupakan anugerah Tuhan bagi masyarakat Belu, NTT, dan Indonesia. Festival Fulan Fehan juga menampilkan tarian khas empat suku yang bersatu mengusung tema Dance for Friendship.
One thousand friends are not enough. One enemy is already too many. Empat suku bergabung menjadi satu, berdansa bersama-sama, menjadi sahabat-sahabat, persahabatan yang baik.
Kehadiran peserta dan tamu dari Timor-Leste serta Australia semakin memperkuat semangat persahabatan lintas negara yang dibangun melalui seni dan budaya. Festival ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga.
Saya berharap Festival Fulan Fehan tidak hanya menjadi hiburan yang membahagiakan masyarakat, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para pengunjung. (Ronny)


