KUPANG, The East Indonesia – Setiap anak di pelosok negeri menyimpan keingintahuan dan keberanian besar untuk melangkah, namun mereka membutuhkan ruang belajar yang utuh agar potensi itu tidak padam di tengah jalan. Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mengoperasikan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 10 Kabupaten Kupang pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah ini dihadirkan sebagai wujud nyata negara dalam menyediakan layanan pendidikan yang bermutu bagi seluruh murid berprestasi di daerah.
Kehadiran SNT 10 Kupang segera disambut antusias oleh anak-anak yang membawa rekam jejak perjuangan mereka sendiri dari jenjang sebelumnya. Marisa, salah satu murid baru jenjang SMP, membagikan dorongan dalam dirinya saat memutuskan melangkah ke sekolah ini. “Karena SNT punya kualitas pendidikan yang bagus, disiplin,dan banyak kegiatan yang bisa mengembangkan diri kita,” ucapnya.
Gadis yang menyukai lapangan hijau sepak bola ini juga menyimpan getar suara yang pernah mengantarkannya pada panggung kompetisi. “Waktu SD pernah ikut lomba menanyi di gereja dan juara satu,” kenangnya.
Prestasi tersebut tidak lahir begitu saja, melainkan dari ketekunan sederhana yang ia rawat setiap hari di rumah. “Saya rajin bernyanyi di rumah dan selalu latihan setiap hari agar suara saya lebih baik, dan tidak pernah menyerah. Walaupun awal nya sering gagal,” tutur Marisa.
Di SNT, Marisa menemukan harapan baru untuk melompati keterbatasannya. “Karena SNT punya fasilitas dan guru pembimbing yang bisa bantu saya mengasah bakat lebih maksimal dan lancar,” sambungnya.
Di sudut lain sekolah, seorang murid baru jenjang SMA, Chika, melangkah dengan keberanian yang ditempa dari panggung-panggung kompetisi literasi. Rekam jejaknya penuh warna yaitu: Juara 1 Lomba Puisi, Juara 1 Pidato Bahasa Indonesia, dan Juara Harapan 1 Cerdas Cermat tingkat kabupaten. “Saya suka puisi dan pidato,” katanya singkat saat menceritakan kegemarannya.
Di balik piala yang pernah diraihnya, ada proses panjang melawan rasa cemas di dalam diri. “Saya banyak latihan, belajar dari kesalahan, dan terus berusaha walaupun kadang merasa gugup,” ungkapnya.
Saat ditanya alasannya memilih SNT 10 Kabupaten Kupang, jawabannya mencerminkan keinginan berada di ruang yang bisa bertumbuh. “Karena saya ingin lebih percaya diri dan terus mengembangkan kemampuan saya,” ungkapnya.
Merespons besarnya tekad para murid, tim pendidik SNT 10 Kabupaten Kupang langsung mengambil peran pendamping aktif sejak detik pertama mereka menginjakkan kaki di sekolah. “Selama MPLS ini tim Tenaga Pendamping Pembelajaran (TPP) membersamai anak anak secara kolosal atau pun dalam discusion group. Selain itu, kami juga memandu jalannya kegiatan MPLS menjadi moderator, narasumber, instruktur senam anak Indonesia hebat. Utamanya kami memberikan layanan kepada murid jika terjadi kendala ataupun membutuhkan pendampingan,” ujar Dian Ahmad Sasmito, guru IPAS SNT 10 Kabupaten Kupang.
Bagi para guru, melihat sorot mata anak-anak di NTT adalah melihat masa depan Indonesia yang penuh harapan. “Saya melihat bakat, cita cita anak anak, dan harapan. sehingga kedepannya saya berharap melalui SNT ini bisa menjadi sekolah yang memeratakan layanan pendidikan yang berkualitas dan membantu anak anak untuk menggapai mimpinya,” pungkas Ahmad.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menekankan bahwa setiap murid memiliki kemampuan dan kebutuhan belajar yang beragam. Karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang memberikan ruang bagi murid untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. “Model pendidikan khusus ini adalah satu pilihan agar kalian semua dapat tumbuh, dapat berkembang sesuai dengan kemampuan akademik yang kalian miliki, dan berkembang menjadi generasi hebat Indonesia 2045,” kata Mendikdasmen kepada para murid dalam kegiatan MPLS di Bogor.
Bagi Marisa dan Chika, SNT 10 Kabupaten Kupang menjadi ruang baru untuk melanjutkan proses yang telah mereka mulai. Dengan pengalaman, prestasi, dan semangat untuk terus belajar, keduanya kini memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan mengejar cita-cita melalui pengalaman belajar di sekolah baru.***

