ATAMBUA, The East Indonesia – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tahun 2026 resmi dijadwalkan berlangsung pada September 2026 di Kota Kupang.
Ajang bergengsi ini mengalami penyesuaian jadwal dari rencana awal demi mematangkan persiapan para atlet serta menjaring bibit unggul berprestasi di wilayah NTT.
Menyambut gelaran tersebut, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Belu bergerak cepat dengan menggelar seleksi ketat untuk menyaring atlet-atlet terbaik yang akan didelegasikan ke tingkat Provinsi.
Seleksi ini mulai berlangsung pada, Kamis, 30 Juli 2026, yang digelar di GOR LA Bone Atambua, Kabupaten Belu.
Ketua IPSI Belu, Benedictus Manek, atau yang akrab disapa Benny Manek, saat diwawancarai para awak media menjelaskan bahwa seleksi ini merupakan langkah awal yang sangat penting.
“Kegiatan seleksi ini kita laksanakan untuk persiapan POPDA ke-8 di Kota Kupang pada September mendatang,” ujar Benny Manek.
Ketua IPSI Belu mengungkapkan bahwa seleksi kali ini melibatkan seluruh atlet terbaik dari berbagai perguruan pencak silat yang tersebar di Kabupaten Belu.
Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi:
*Kategori Tanding Putra: Kelas A sampai F.
* Kategori Tanding Putri: Kelas A sampai E.
* Kategori Seni: Tunggal dan Solo Kreatif (Putra dan Putri).
Benny Manek menyampaikan bahwa sesuai regulasi, batasan usia atlet yang berhak mengikuti seleksi berada di rentang 14 hingga 17 tahun, atau dengan tahun kelahiran maksimal 2009.
“Atlet yang berhasil keluar sebagai pemenang di masing-masing kelas otomatis akan terpilih menjadi bagian yang akan dipersiapkan untuk membawa nama Kabupaten Belu,” ujarnya.
Dikonfirmasi bahwa berdasarkan catatan prestasi, IPSI Belu merupakan raksasa pencak silat pelajar di NTT dengan torehan juara bertahan enam kali berturut-turut.
“Pada POPDA pertama, IPSI Belu meraih Juara Umum 2. Namun, sejak gelaran POPDA kedua hingga ketujuh, kita selalu sukses keluar sebagai Juara Umum 1,” ungkap Benny Manek.
Karena itu, pada POPDA VIII tahun 2026 ini, IPSI Belu menargetkan akan mengirimkan atlet di semua nomor yang diperlombakan.
Ketua IPSI Belu, Benny Manek berpesan agar seluruh atlet bertanding dengan penuh sportivitas selama masa seleksi.
“Untuk para pesilat muda harus mampu mengaplikasikan seluruh teknik dan kemampuan yang telah diajarkan oleh pelatih di tempat latihan ke atas gelanggang sehingga kita mendapatkan atlet terbaik untuk membawa nama Kabupaten Belu,” ujarnya.
Benny Manek menegaskan bahwa setelah proses seleksi selesai, IPSI Belu telah menjadwalkan program latihan khusus secara rutin yang akan diakhiri dengan pemusatan latihan atau Training Center (TC) intensif sebelum keberangkatan kontingen menuju Kota Kupang.
Terkait peran Pemerintah Kabupaten Belu setempat, Benny Manek mengakui kontribusi yang diberikan sudah mengalir dengan baik.
“Dukungan Pemerintah Kabupaten Belu sejauh ini sudah cukup baik, namun kami berharap ke depannya hal ini dapat lebih dimaksimalkan lagi,” pungkasnya. (Ronny)

